Laju Investasi Kota Bengkulu Meningkat: 6.271 NIB Diterbitkan dalam Semester Pertama 2024

Laju investasi Kota Bengkulu 2024
Foto: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu, Irsan Setiawan, (Ft/MCKB).

Laju Investasi Kota Bengkulu Meningkat: 6.271 NIB Diterbitkan dalam Semester Pertama 2024

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Sejauh ini, laju investasi di Kota Bengkulu menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Hal ini tercermin dari diterbitkannya 6.271 Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk para pelaku usaha di Kota Bengkulu selama semester pertama tahun 2024, yakni dari Januari hingga Juni. Dari jumlah tersebut, mayoritas terdiri dari usaha mikro kecil (UMK), sebanyak 6.250 NIB, dan 21 NIB untuk usaha menengah besar (Non-UMK).

Dari segi status penanaman modal, jumlah NIB yang diterbitkan didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan total 6.270 NIB, sementara satu NIB berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Dengan capaian tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu, Irsan Setiawan, merasa optimis bahwa target investasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk Pemerintah Kota Bengkulu akan tercapai.

BACA JUGA: Kota Bengkulu Susun Peta Potensi Investasi untuk Tarik Minat Investor pada 2024

Irsan Setiawan menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha besar, termasuk dalam hal pendampingan penyusunan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) dan pengawasan langsung terhadap Laju Investasi di Kota Bengkulu. Langkah ini diambil agar semua investasi yang masuk ke Kota Bengkulu dapat terukur dan tercatat dengan baik.

Untuk tahun 2024, Pemerintah Kota Bengkulu mendapatkan target investasi sebesar Rp3,5 triliun dari pemerintah pusat. Angka ini meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp2 triliun, yang berhasil dilampaui. Agar pencapaian tersebut dapat terulang, DPMPTSP melakukan pengawasan integrasi terhadap seluruh perusahaan yang berinvestasi di Kota Bengkulu. Pengawasan ini mencakup pemantauan dan evaluasi melalui laporan penanaman modal yang disampaikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

BACA JUGA: Kepala DPMPTSP Sebut: Optimis Investasi Kota Bengkulu 2024 Menunjukan Tren Positif

Pelaporan LKPM ini menjadi salah satu komponen data penting dalam sistem pengawasan perkembangan kegiatan usaha (OSS). LKPM adalah dokumen wajib yang harus dilaporkan oleh pelaku usaha secara berkala. Kewajiban pelaporan ini juga diatur dalam Pasal 15 Peraturan BKPM No. 5 Tahun 2021. Melalui LKPM, pemerintah dapat memantau secara akurat perkembangan investasi yang ada di daerah tersebut.

”Tim kami akan terus mengawal dan meminta laporan LKPM secara teratur dari perusahaan-perusahaan, Kami berharap investasi yang masuk ke Kota Bengkulu terus meningkat, sehingga target investasi yang naik hampir 70 persen tahun ini dapat tercapai,” ujar Irsan Setiawan.

BACA JUGA: Peningkatan Infrastruktur dan Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu

Irsan menekankan bahwa langkah-langkah yang dilakukan saat ini sangat penting untuk memastikan bahwa investasi di Kota Bengkulu tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga berkualitas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, Dengan meningkatnya investasi, diharapkan dapat tercipta lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan daerah dan perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Irsan menyampaikan bahwa DPMPTSP akan terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kota Bengkulu. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kemudahan perizinan, melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha, dan memberikan pendampingan yang intensif. Semua ini dilakukan agar pelaku usaha merasa nyaman dan percaya diri dalam berinvestasi di daerah tersebut.

BACA JUGA: Target Investasi Kota Bengkulu Naik Tajam di 2024: Optimisme Pemkot Capai 3,5 Triliun

DPMPTSP juga berencana untuk terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, baik di tingkat kota maupun provinsi, guna memastikan bahwa semua proses perizinan dan pelaporan dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Sinergi yang baik antarinstansi diharapkan dapat mendukung tercapainya target investasi yang telah ditetapkan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *