KKN UNIB Kelompok 98 Dorong Pengolahan Sampah Mandiri di Kelurahan Lingkar Barat
Kantor-Berita.Com, Kota Bengkulu|| Semangat generasi muda dalam menjaga lingkungan kembali mendapat sorotan positif. Dalam rangka mendukung program strategis Wali Kota Bengkulu untuk mewujudkan Kota Bersih dan Sehat, mahasiswa dari Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu (UNIB) Kelompok 98 Periode 105 melaksanakan kegiatan bertajuk “Pengolahan Sampah Berbasis Kearifan Lokal”.
Kegiatan ini digelar secara resmi di Aula RT 03 RW 01 Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Pada hari minggu, (22/6/25), dan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari RT 02, RT 03, hingga RT 22. Antusiasme warga sangat terasa, terutama karena kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Resmi! ASN Kini Bisa Kerja dari Mana Saja: Ini Aturan Baru Permenpan RB 2025
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Lurah Kelurahan Lingkar Barat, Ketua RW 01 Bapak Agus Purbowo, para Ketua RT 02, RT 03, dan RT 22, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta dosen pembimbing mahasiswa KKN.
Dalam sambutannya, Ketua RW 01 Agus Purbowo menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran mahasiswa UNIB yang memilih wilayah mereka sebagai tempat pengabdian.
BACA JUGA: Satgas Saber Pungli Dibubarkan: Prabowo Cabut Perpres Era Jokowi, Ini Penjelasannya
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah mau terjun langsung ke masyarakat, Kegiatan ini benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan semoga bisa menjadi awal dari gerakan lingkungan yang berkelanjutan di wilayah kami,” ujar Agus Purbowo.
Sementara itu, Ketua RT 22 Bapak Erwan menambahkan harapannya agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada saat program KKN berakhir.
“Kami ingin warga terus menjalankan apa yang sudah dipelajari hari ini, Karena pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan hidup kita semua,” ungkapnya.
BACA JUGA: Bank Sampah Jadi Program Wajib Kelurahan, Bengkulu Siap Jadi Kota Ramah Lingkungan
Menurut dosen pembimbing lapangan, kegiatan ini sangat relevan dengan semangat pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli pada isu-isu sosial dan lingkungan.
“Kita ingin mahasiswa mampu membaur dan memahami persoalan masyarakat dari dekat. Melalui program ini, mereka juga belajar bagaimana menjalin komunikasi, menyusun program, dan mengimplementasikannya secara langsung,” jelasnya.
Kegiatan utama yang digelar oleh mahasiswa KKN UNIB ini fokus pada pengolahan sampah rumah tangga dengan pendekatan kearifan lokal, yakni metode yang mudah diterapkan, murah, dan selaras dengan budaya masyarakat setempat.
BACA JUGA: Sampah Jadi Uang! Bank Sampah Bukti Nyata Sampah Jadi Berkah
Beberapa kegiatan edukatif yang dilakukan antara lain: Pelatihan memilah sampah organik dan anorganik, Pembuatan kompos alami dari limbah dapur, Produksi eco-enzyme untuk keperluan rumah tangga, Pengolahan plastik menjadi barang kerajinan, Sosialisasi pembentukan bank sampah tingkat RT.
Dengan metode sederhana ini, masyarakat dapat mengolah sampah secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA), yang saat ini di banyak kota, termasuk Bengkulu, telah menghadapi masalah kelebihan kapasitas. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan











