Kepala Dinas Pendidikan: Kebakaran di SMKN 3 Bengkulu Tak Hentikan Kegiatan Belajar

Kebakaran SMKN 3 Bengkulu
Foto: Pasca Kebakaran SMKN 3 Bengkulu

Kepala Dinas Pendidikan: Kebakaran di SMKN 3 Bengkulu Tak Hentikan Kegiatan Belajar

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMKN 3 Bengkulu tidak akan terhambat meskipun telah terjadi kebakaran hebat pada Kamis (28/12) lalu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Saidirman, saat dihubungi pada Jumat (29/12) di Kantor Gubernur Bengkulu. Saidirman menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan siswi SMKN 3 Bengkulu akan tetap berjalan tanpa adanya hambatan yang signifikan.

“Mereka itu kan masuk tanggal 8 Januari, maka mereka juga pihak SMKN 3 Bengkulu punya ruang kelas di Lempuing nanti kegiatan belajar teori tidak menjadi hambatan dan belajar mengajar akan dialihkan ke sana dulu, Namun yang menjadi persoalan adalah ruangan praktik dan laboratorium mereka,” ungkap Saidirman.

BACA JUGA: Gedung SMKN 3 Kota Bengkulu Jadi Sasaran Sijago Merah

Meskipun terdapat tantangan terkait ruangan praktik laboratorium yang mengalami kerusakan akibat kebakaran, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mencari solusi dengan memindahkan kegiatan belajar teori ke ruang kelas di Lempuing. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar tanpa menghambat jadwal yang telah ditentukan.

Saidirman menambahkan bahwa pembangunan kembali SMKN 3 Bengkulu akan menjadi agenda pembahasan bersama antara Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Dengan koordinasi yang baik antarinstansi terkait, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif dan efisien untuk mendukung pemulihan kegiatan sekolah dan pembangunan infrastruktur yang terkena dampak kebakaran.

BACA JUGA: Gubernur Rohidin Janji Wujudkan Solusi untuk Tenaga Honorer:Aspirasi akan Disuarakan hingga ke Pemerintah Pusat

“Laporan sementara dari Kepala Sekolah SMKN 3 Bengkulu mencatat ada 17 ruang kelas yang terbakar, dan saat ini masih terus dilakukan perhitungan kerugian oleh konsultan, Ada kemungkinan menggunakan dana tangganan di Pemda (BTT), kalau ini sudah memenuhi syarat dana BTT, Nanti juga akan ada semacam kebijakan khusus terkait percepatan pembangunan SMKN 3 Bengkulu,” jelas Saidirman.

Kejadian tragis ini memang menyisakan tantangan besar, terutama dalam hal infrastruktur dan fasilitas pendidikan. Namun, sikap tanggap dan komitmen dari pemerintah provinsi menunjukkan tekad untuk tidak membiarkan pendidikan terhenti. Dengan memprioritaskan solusi kreatif dan kolaboratif, diharapkan proses pendidikan di SMKN 3 Bengkulu dapat segera pulih dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi siswa/siswi. Pemerintah Provinsi Bengkulu berusaha memberikan jaminan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama.  (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *