Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Barat Seluma, Akibat Lubang Galian Jalan Nasional

Kecelakaan Jalan Lintas
Foto: Lokasi Tempat Kejadian Kecelakaan maut lubang galian jalan nasional Seluma, (Ft/Dok).

Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Barat Seluma, Akibat Lubang Galian Jalan Nasional

Kantor-Berita.Com, Bengkulu|| Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kelurahan Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Senin malam (8/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Kecelakaan ini dipicu oleh lubang galian perbaikan jalan nasional yang berada di tengah jalur utama dan menelan korban jiwa.

Seorang ibu rumah tangga bernama Nuraini (34), warga Desa Sidoluhur, Kecamatan Sukaraja, meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara sang suami, Nurhadi (39), mengalami luka berat dan masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Kota Bengkulu.

BACA JUGA: 15 Titik Tebing Sungai di Mukomuko Terancam Longsor, Jalan Nasional Bengkulu–Sumbar Juga Dalam Bahaya

Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar. Selain karena kondisi jalan yang membahayakan, insiden ini juga menyoroti lemahnya pengawasan proyek perbaikan jalan yang dilakukan tanpa pengamanan memadai.

Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, melalui Kapolsek Sukaraja, Iptu Catur Teguh, menjelaskan kronologi kejadian.

BACA JUGA: Pembangunan Jalan Nasional dan Jembatan Sementara di Bengkulu Tengah Kritis untuk di Lalui

Pasangan suami istri itu mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR dengan nomor polisi BD 5127 PJ. Mereka melaju dari arah Kota Bengkulu menuju Sukaraja. Saat sampai di lokasi kejadian, tepat di depan gang masuk Perumahan Kodim, korban mencoba menghindari lubang galian tambal sulam jalan nasional.

Sayangnya, kondisi jalan saat itu licin karena habis diguyur hujan. Sepeda motor yang dikendarai oleng ke kanan dan kehilangan kendali.

“Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Hino R6 BG 8598 UJ. Truk tersebut langsung menyenggol bagian belakang sepeda motor hingga membuat penumpangnya terpental keras ke tengah jalan,” terang Iptu Catur Teguh, Selasa siang (9/9/2025).

BACA JUGA: Tingginya Curah Hujan Jalan Nasional di Liku Sembilan Amblas

Benturan keras membuat Nuraini tak sadarkan diri. Warga yang melihat langsung membantu mengevakuasi korban dan menghubungi ambulans. Keduanya dilarikan ke rumah sakit di Kota Bengkulu. Namun, nyawa Nuraini tak dapat diselamatkan, sedangkan Nurhadi mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh akibat benturan keras dengan aspal.

Hingga berita ini diturunkan, Nurhadi masih dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di ruang gawat darurat. Sementara jenazah Nuraini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di desa asalnya.

Polisi segera mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan ke Mapolsek Sukaraja. Sopir truk Hino juga sudah diamankan dan dimintai keterangan terkait peristiwa nahas tersebut.

BACA JUGA: Walikota Terapkan Program One OPD One Event Nasional, Dorong Bengkulu Jadi Kota Tujuan

“Proses penyelidikan masih berlangsung. Kami sedang mendalami penyebab kecelakaan, termasuk memastikan apakah truk melaju dengan kecepatan normal atau tidak. Untuk sementara, kejadian ini murni akibat korban menghindari lubang galian perbaikan jalan nasional,” tegas Iptu Catur.

Menanggapi kasus ini, Kapolsek Sukaraja mengimbau seluruh pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Lintas Barat, terutama di malam hari atau ketika kondisi hujan.

“Kami minta pengendara menurunkan kecepatan dan lebih waspada. Jika menemukan jalan yang rusak atau ada galian, sebaiknya pelan-pelan dan perhatikan kendaraan dari arah berlawanan,” pesan Iptu Catur.

BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Tengah Usulkan Pembangunan Infrastruktur Jembatan dan Jalan Strategis ke BPJN

Pasca kejadian ini, masyarakat mendesak agar Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu dan pihak kontraktor bertanggung jawab atas keamanan pengguna jalan. Mereka menuntut adanya pemasangan rambu peringatan, lampu hazard, serta penutup galian sementara agar tidak menimbulkan korban berikutnya.

“Kejadian ini sudah memakan korban jiwa. Jangan sampai ada alasan lagi. Pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan serius, jangan asal kerja lalu lepas tangan,” tegas Rahman (50), tokoh masyarakat Sukaraja. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *