Jembatan Cinto Mandi Nyaris Ambruk, Pemerintah Daerah Diminta Segera Turun Tangan
Kantor-Berita.Com, Bengkulu Selatan|| Desa Cinto Mandi, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, menghadapi krisis infrastruktur yang serius akibat kerusakan parah pada jembatan penghubung dari Desa Cinto Mandi ke Desa Kembang Seri. Jembatan yang dibangun pada tahun 2015 ini kini mengalami kerusakan signifikan, terutama pada bagian lantainya yang terbuat dari kayu. Kondisi ini telah menghambat aktivitas sehari-hari warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian.
Kepala Desa Cinto Mandi, Sekaman, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga untuk menuju Desa Kembang Seri, Kerusakan yang terjadi tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
BACA JUGA: Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Desa Tanggo Raso, Wujudkan Ekonomi Mandiri
“jembatan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia meminta perhatian serius dari pemerintah daerah dan provinsi untuk segera memperbaiki jembatan tersebut. Jika dibiarkan, jembatan bisa ambruk dan mengisolasi desa, menghambat distribusi hasil pertanian warga,” ujar Sekaman, kepada awak Media Kantor-Berita.Com Selasa, (27/5/25).
Warga setempat telah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya, namun upaya tersebut tidak cukup untuk mengatasi kerusakan yang semakin parah. Lantai jembatan yang hancur membuat kendaraan tidak dapat melintas, memaksa warga untuk mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan tidak efisien.
BACA JUGA: Kepala Desa Padang Lebar Bengkulu Selatan Keluhkan Kondisi Infrastruktur
Pemerintah Desa Cinto Mandi telah mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah dan provinsi untuk segera melakukan perbaikan jembatan. Mereka berharap agar jembatan ini dapat masuk dalam prioritas perbaikan infrastruktur, mengingat perannya yang vital dalam mendukung perekonomian desa.
“Kami berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Sekaman.
Kerusakan jembatan tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga mempengaruhi perekonomian desa. Hasil pertanian yang seharusnya dapat dijual ke pasar menjadi tertahan, menyebabkan kerugian bagi petani. Selain itu, akses terbatas juga menyulitkan warga dalam mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan.
“Kami berharap agar pemerintah segera merespons permintaan masyarakat, Perbaikan jembatan ini tidak hanya akan memulihkan aksesibilitas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” Imbuh Sekaman.
Sekretaris Desa Cinto Mandi, Hakimin, menyatakan bahwa jembatan tersebut telah mengalami kerusakan sejak lama, Lantai kayu yang rapuh menyebabkan kendaraan warga, termasuk sepeda motor dan mobil, sering terperosok, Meskipun warga telah melakukan perbaikan secara swadaya, kondisi jembatan tetap memburuk dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan











