Inflasi November 2023 Capai 2,86%: Kenaikan Harga Berdampak pada Berbagai Sektor Pengeluaran di Indonesia

Inflasi November 2023
Foto: Screnshot Vidio Youtube BPS

Inflasi November 2023 Capai 2,86%: Kenaikan Harga Berdampak pada Berbagai Sektor Pengeluaran di Indonesia

KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA – Pada bulan November 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,86 persen. Inflasi tersebut merupakan hasil dari kenaikan harga yang tercermin dari peningkatan seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Deputi bidang neraca dan analisis statistik BPS Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kelompok-kelompok pengeluaran yang ikut menyumbang terhadap inflasi meliputi makanan, minuman, tembakau, perawatan pribadi, jasa lainnya, penyediaan makanan, minuman/restoran, kesehatan, pendidikan, perlengkapan, peralatan, pemeliharaan rutin rumah tangga, rekreasi, olahraga, budaya, transportasi, perumahan, udara, listrik, bahan bakar rumah tangga, pakaian, alas kaki, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Penting untuk dicatat bahwa inflasi tertinggi tercatat di Tanjung Pandan, mencapai 5,89 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Jayapura sebesar 1,82 persen. Hal ini mencerminkan variasi dalam dampak kenaikan harga di berbagai wilayah di Indonesia.

Edy menjelaskan lebih lanjut bahwa beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh sebesar 6,71 persen. Diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,76 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,18 persen.

Selain itu, sejumlah kelompok pengeluaran lainnya juga turut berkontribusi terhadap tingkat inflasi, meskipun dalam skala yang lebih rendah. Kelompok kesehatan mencapai 2,04 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,98 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,63 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,38 persen, dan kelompok transportasi sebesar 1 ,27 persen.

Tingkat inflasi Month to Month (m-to-m) pada bulan November 2023 mencapai 0,38 persen, sementara tingkat inflasi year to date (y-to-d) hingga November 2023 sebesar 2,19 persen. Sedangkan tingkat inflasi year on year (y-on-y) komponen inti pada November 2023 mencapai 1,87 persen, dengan inflasi moon to moon (m-to-m) sebesar 0,12 persen, dan inflasi year to date (y- ke-d) sebesar 1,65 persen.

Data ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi inflasi di Indonesia, menunjukkan sejauh mana dampak kenaikan harga terhadap berbagai sektor pengeluaran. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika ini, pemerintah dan pelaku ekonomi dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (**)

Editor: (KB1) Share
Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *