FEB Universitas Bengkulu Dukung Pengembangan Usaha Kopi di Kabupaten Rejang Lebong

FEB Universitas Bengkulu
Foto: Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu, Rina Suthia Hayu 9kerudung Kuning) pada saat diperkebunan Kopi milik salah satu petani Kopi di rejang lebong yang telah memenangkan salah satu kontes tingakat Internasional, Pada hari sabtu, (25/5/24), (Ist).

FEB Universitas Bengkulu Dukung Pengembangan Usaha Kopi di Kabupaten Rejang Lebong

KANTOR-BERITA.COM, REJANG LEBONG|| Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu mendukung penuh pengembangan usaha kopi di Kabupaten Rejang Lebong agar dapat menembus pasar nasional hingga internasional. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu, Rina Suthia Hayu, mengungkapkan hal ini saat mendampingi 144 mahasiswanya dalam kunjungan ke Selter Bermani Farm di Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, pada Sabtu (25/5).

” Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Bengkulu, Kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah manajemen usaha kecil dan praktikum bisnis, Kami ingin memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada para mahasiswa di lapangan, ” Ujar Rina.

BACA JUGA: Mahasiswa Universitas Bengkulu Raih Prestasi Tinggi di Pilmapres LLDikti Wilayah II 2024

Dalam kunjungan tersebut, Rina bersama 141 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) lainnya mengunjungi perkebunan kopi milik Bermani Coffee di Desa Purwodadi, Kecamatan Bermani Ulu, serta rumah produksi kopi di Kelurahan Air Putih Baru, Kecamatan Curup Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung dan mendorong pengembangan usaha kopi agar lebih maju.

Rina menjelaskan bahwa pemilihan perkebunan kopi di Kabupaten Rejang Lebong sebagai tujuan kegiatan ini didasarkan pada prestasi yang telah diraih di level internasional, seperti kemenangan di festival kopi di Paris, Prancis pada tahun 2019.

” Kami memilih tempat ini, karena telah meraih prestasi tingkat internasional, yaitu juara di festival kopi di Paris, ” Terang Rina.

BACA JUGA: Pelatihan UMKM di Bengkulu Utara: Upaya Pemerintah dan Universitas Bengkulu Meningkatkan Ekonomi Lokal

Rina juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemilik usaha Bermani Coffee yang telah memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk belajar dan melihat langsung pengelolaan kopi di daerah tersebut.

Haris Gunawan, pemilik Bermani Coffee, merasa senang dengan kedatangan para mahasiswa dari Universitas Bengkulu ke tempat usahanya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung proses budidaya dan pengolahan kopi yang dikelola secara organik.

“Kami sangat senang dengan kunjungan ini, Kami menginformasikan bahwa kopi yang kami produksi adalah kopi petik merah dengan pengolahan lahan secara organik, Mahasiswa bisa melihat langsung proses ini,” jelas Haris.

BACA JUGA: Universitas Bengkulu Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Kunjungan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu ke perkebunan dan rumah produksi kopi ini merupakan bagian dari kegiatan edukasi dan transfer pengetahuan kepada dunia akademis. Haris menambahkan bahwa pihaknya memberikan pengetahuan tentang pengelolaan kopi yang tepat dan benar kepada para mahasiswa.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapat kesempatan untuk melihat langsung proses budidaya kopi, mulai dari pemetikan biji kopi hingga pengolahan akhir sebelum kopi siap dipasarkan. Mahasiswa juga belajar tentang pentingnya pengolahan lahan secara organik dan bagaimana hal tersebut dapat meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan.

Selain mendapatkan wawasan praktis tentang manajemen usaha kecil dan bisnis kopi, mahasiswa juga diajak untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh para petani kopi. Mereka belajar tentang bagaimana meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi, serta bagaimana memasarkan produk kopi ke pasar yang lebih luas.

BACA JUGA: Fenomena Inflasi yang Terjadi Setelah Lebaran

Rina menekankan pentingnya kunjungan lapangan seperti ini dalam proses pembelajaran mahasiswa. “Pengalaman langsung di lapangan sangat berharga bagi mahasiswa, Mereka bisa belajar tidak hanya teori, tetapi juga praktik nyata tentang bagaimana sebuah usaha dijalankan dan dikelola,” ujarnya.

Rina berharap kunjungan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk berani memulai usaha sendiri dan mengembangkan potensi yang ada di daerah mereka.

” Kami ingin mahasiswa kami menjadi pengusaha muda yang sukses dan mampu berkontribusi pada perekonomian daerah, Kunjungan seperti ini adalah langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut, ” Ujar Rina.

BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Ajak Alumni FAPERTA UNIB Berkontribusi Lewat Aksi Kebaikan

Kegiatan kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bengkulu dalam mendukung pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Fakultas berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang, dengan mengunjungi berbagai usaha kecil dan menengah di Provinsi Bengkulu.

Rina juga mengungkapkan bahwa fakultasnya akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pengusaha lokal, untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya bagi mahasiswa. “Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting, Kami ingin mahasiswa kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” tambahnya.

“Semoga kunjungan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa kami dan mendorong mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah, Kami akan terus mendukung mereka dalam mewujudkan impian mereka menjadi pengusaha sukses,” papar Rina.

BACA JUGA: Pemda Bengkulu Utara Sambut Tim LPPM UNIB untuk KKN Tematik 2024

Para mahasiswa juga diajak untuk berdiskusi dengan para petani kopi dan pengusaha kopi setempat. Mereka bertukar pikiran tentang berbagai aspek bisnis kopi, mulai dari budidaya hingga strategi pemasaran. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide bisnis mereka sendiri di masa depan.

Dalam sesi diskusi, Haris Gunawan berbagi cerita tentang perjalanan usahanya dalam mengembangkan Bermani Coffee. Ia mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapinya, seperti masalah iklim dan cuaca, serta persaingan di pasar kopi. Namun, dengan kerja keras dan inovasi, Haris berhasil membawa Bermani Coffee menjadi salah satu produk kopi unggulan dari Kabupaten Rejang Lebong yang dikenal hingga ke mancanegara.

“Kami harus terus berinovasi dan menjaga kualitas produk, Pengolahan organik adalah salah satu kunci keberhasilan kami, Kami juga aktif dalam berbagai pameran dan festival kopi internasional untuk mempromosikan kopi kami,” kata Haris. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *