Deteksi Dini Gangguan Keamanan: Lapas Pematangsiantar Apresiasi Inisiatif WBP

Deteksi Dini Lapas Pematangsiantar
Foto: Deteksi Dini Gangguan Keamanan, Lapas Pematang Siantar Sita Barang Bukti yang di serahkan Oleh Warga Binaan, (SHP)

Deteksi Dini Gangguan Keamanan: Lapas Pematangsiantar Apresiasi Inisiatif WBP

KANTOR-BERITA.COM, PEMATANGSIANTAR – Lapas kelas IIA Pematangsiantar melakukan upaya pemberian pengarahan dan penguatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) M. Pithra Jaya Saragih, melalui Kepala Kantor Wilayah (Ka.KPLP) Erwin Siregar, menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kamar dan blok hunian.

Pendekatan persuasif dilakukan oleh petugas Lapas terhadap WBP, dengan melibatkan peran aktif kepala kamar dan kepala blok hunian. Mereka secara sukarela dan sadar diri menyerahkan barang-barang yang dianggap berbahaya dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

BACA JUGA: Eksekusi Terpidana Korupsi: Masriani Sinaga Dipindahkan ke Lapas Pematangsiantar

Ka.KPLP dan Kasie Kamtib berserta jajaran menyambut baik inisiatif WBP tersebut. Barang-barang berbahaya yang diserahkan meliputi benda tajam rakitan, gunting, dan beberapa paku. Ka.KPLP dan tim Kamtib mencatat barang-barang tersebut untuk dilaporkan dan selanjutnya dimusnahkan.

Kalapas memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif dan kesadaran WBP dalam berperan aktif membantu mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas kelas IIA Pematangsiantar. Langkah ini dianggap sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, sesuai dengan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, dalam konsep 3 + 1 Pemasyarakatan. Konsep ini mencakup deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan narkoba, sinergi dengan aparat penegak hukum, dan kembali ke dasar pemasyarakatan.

BACA JUGA: Pematangsiantar Raih Zona Hijau Kategori B: Sukses dalam Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik 2023

Kalapas juga menegaskan kepada seluruh jajaran, terutama pengamanan, untuk terus meningkatkan pengawasan dan melaksanakan kontrol keliling. Razia rutin dan insidentil terhadap kamar dan blok hunian WBP perlu terus dilakukan untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas kelas IIA Pematangsiantar.

Langkah-langkah preventif ini menjadi bagian integral dalam menjaga kestabilan Lapas dan menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen di Lapas, diharapkan potensi kerawanan dapat diminimalkan, menciptakan kondisi yang kondusif bagi rehabilitasi dan pemasyarakatan yang efektif. (**)

Editor: (KB1) Share
Kontributor Sumut: S.Hadi Purba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *