Foto: Kepala Desa Renah Lebar, Jum'ah, S.Pd, (Tengah) saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) acara berlangsung di Balai Desa Renah Lebar pada Kamis (4/12/25), (Ft/Dok).
Desa Renah Lebar Gelar Musrenbangdes Tetapkan RKPDes, Rumuskan Program Prioritas 2026
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Renah Lebar, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Kamis (4/12/25) di Balai Desa Renah Lebar. Forum tahunan ini menjadi wadah penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk membahas serta menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Karang Tinggi, Kasi PMD Kecamatan, Bhabinsa, pendamping desa, pendamping lokal desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga adat, karang taruna, pengurus masjid, serta perwakilan tokoh masyarakat dari berbagai dusun. Kehadiran elemen masyarakat yang beragam mencerminkan komitmen Desa Renah Lebar dalam menerapkan prinsip partisipatif dalam pembangunan desa.
Foto: Masyarakat Desa Renah Lebar saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam merumuskan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026, acara berlangsung di Balai Desa Renah Lebar, pada Kamis (4/12/25). (Ft/Dok).
Kepala Desa Renah Lebar, Jum’ah, S.Pd, menegaskan bahwa Musrenbangdes menjadi tahapan strategis dalam penyusunan program pembangunan desa yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Musrenbangdes hari ini kita gelar untuk membahas dan menetapkan RKPDes Tahun Anggaran 2026. Prosesnya mengacu pada Permendes PDTT Nomor 21 Tahun 2020 mengenai pedoman umum pembangunan desa, serta Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa,” ujar Jum’ah, Kepada Awak media Kantor-Berita.Com, Sabtu (06/12).
Ia menekankan bahwa penyusunan RKPDes harus memprioritaskan kebutuhan warga, memperhatikan kemampuan anggaran, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan kabupaten maupun nasional.
Pada forum tersebut, berbagai usulan mengalir dari masyarakat. Mulai dari sektor infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, penanganan stunting, hingga penguatan lembaga desa.
Tim penyusun RKPDes kemudian menyusun draft berdasarkan seluruh masukan masyarakat. Draft tersebut dikaji bersama untuk menentukan program prioritas yang mendesak dilaksanakan pada tahun 2026.
“Musrenbangdes adalah wadah bagi seluruh masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan prioritas desa. Melalui forum ini, seluruh usulan dihimpun, dibahas, dan disepakati menjadi program yang masuk ke dalam RKPDes 2026,” Ucap Jum’ah
Beberapa fokus utama yang disampaikan dalam musyawarah antara lain: Peningkatan infrastruktur desa, termasuk jalan lingkungan, saluran irigasi, dan fasilitas umum, Pemberdayaan masyarakat, Program kesehatan desa, dengan menitikberatkan penurunan angka stunting, Penguatan lembaga desa, seperti karang taruna, BPD, dan lembaga adat, Pemeliharaan fasilitas desa, termasuk sarana ibadah dan gedung serbaguna. dan Semua usulan dibahas secara terbuka dan ditetapkan melalui musyawarah mufakat.
“Kami berharap seluruh program yang disepakati dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pelayanan publik, dan mendorong perekonomian desa. Perencanaan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang efektif dan berdampak langsung bagi warga,” tuturnya.
Setelah seluruh usulan ditelaah, musyawarah menghasilkan kesepakatan bersama yang dituangkan dalam berita acara. Berita acara tersebut ditandatangani oleh unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan kelompok yang hadir.
Dengan penandatanganan tersebut, RKPDes 2026 resmi disahkan sebagai dokumen perencanaan yang akan menjadi rujukan dalam penganggaran Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta program bantuan pemerintah lainnya.
Kades Jum’ah menambahkan, Selain menetapkan RKPDes 2026, Musrenbangdes Renah Lebar juga menyepakati sejumlah usulan yang akan dikirim ke tingkat kecamatan. Usulan tersebut akan dimasukkan ke dalam Daftar Usulan Rencana Kerja Pembangunan (DU-RKP) untuk tahun 2026. (**)
Tim Gabungan Amankan Tahanan Kabur di Pontianak Kantor-Berita.Com|| Upaya pelarian seorang tahanan dari proses hukum di Kejaksaan Negeri Pontianak akhirnya berakhir. Setelah sempat buron selama tiga hari, tersangka bernama Apriadi…
Bedah Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat’ Warnai Diskursus Nasional Kantor-Berita.Com|| Diskursus politik nasional kembali mendapat warna baru melalui peluncuran dan bedah buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” yang digelar…
Tradisi Narik Pukek Masuk Kalender Event Tahunan Wajib di Kota Bengkulu Kantor-Berita.Com|| Pesisir pantai Kota Bengkulu berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (8/2/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai…
Pemkot Bengkulu Menargetkan Festival Yo Botoi-Botoi Masuk Kalender Agenda Nasional Kantor-Berita.Com|| Semangat kebersamaan masyarakat pesisir Bengkulu bergelora dalam gelaran Festival Yo Botoi-Botoi yang berlangsung meriah di kawasan Pasar Bengkulu, Minggu…