Desa Kuala Karang Terdampak Abrasi Pantai: Apakah Pemerintah Akan Bertindak?
KANTOR-BERITA.COM, KUBU RAYA|| Kecamatan Teluk Pakedai, salah satu dari sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menghadapi tantangan besar akibat abrasi pantai. Desa Kuala Karang, yang terletak di bibir pantai laut lepas, adalah salah satu desa yang terdampak parah dari fenomena tersebut. Pada Jumat, 13 September 2024, tim Jurnalis melakukan kunjungan ke desa ini untuk mengungkap kondisi nyata di lapangan.
Perjalanan menuju Desa Kuala Karang memakan waktu sekitar lima jam dari kota Pontianak melalui jalur darat. Sesampainya di desa, tim media menemukan bahwa sarana dan prasarana jalan menuju lokasi sangat terbatas, sehingga perjalanan terasa cukup melelahkan, Setibanya di sana tim media langsung menuju rumah kepala desa, Sayangnya kepala desa sedang tidak berada di tempat, Namun keberuntungan berpihak pada tim, karena mereka dapat bertemu dengan Udin, kepala dusun setempat, yang kebetulan sedang berada di rumah kepala desa.
BACA JUGA: Langkah Tegas Gubernur Bengkulu Hadapi Abrasi Pantai: Analisis dan Tim Teknis Dibentuk
Dalam perbincangan dengan Udin, terungkap bahwa abrasi pantai di Desa Kuala Karang telah terjadi selama kurang lebih delapan tahun. Abrasi ini telah menggerus daratan sepanjang sekitar 380 meter, mengakibatkan banyak bangunan di desa tersebut tenggelam ke dalam laut. Udin menjelaskan bahwa dampak abrasi sangat merusak infrastruktur dan fasilitas umum di desa. Masjid yang biasa digunakan untuk ibadah hanya dapat digunakan sebagian karena terkena dampak abrasi. Jalan desa dan berbagai fasilitas umum lainnya juga sudah habis termakan ombak.
Selain itu, gedung sekolah di desa tersebut mengalami kerusakan berat akibat terjangan ombak. Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan, terutama bagi warga yang harus menghadapi dampak langsung dari bencana ini. Udin menyampaikan harapan dari warga desa agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk merelokasi sekitar 60 kepala keluarga yang masih tinggal di zona rawan abrasi. Selain itu, mereka juga berharap agar pemerintah dapat mencari solusi yang efektif untuk menghentikan abrasi yang terus mengancam kehidupan mereka.
BACA JUGA: Abrasi Pantai di Air Dikit Kabupaten Mukomuko, Apriansyah: Perlu Penangan Cepat
Kondisi yang dihadapi oleh Desa Kuala Karang ini mencerminkan salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh banyak daerah pesisir di Indonesia. Abrasi pantai, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan iklim, aktivitas manusia, dan faktor alam lainnya, dapat mengakibatkan kerusakan parah pada lingkungan dan infrastruktur. Hal ini memerlukan perhatian serius dan penanganan yang tepat dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Selain itu, relokasi warga dari zona rawan abrasi adalah langkah penting untuk melindungi keselamatan mereka. Pemerintah daerah dan pusat harus bekerja sama untuk menyediakan tempat tinggal yang aman bagi warga yang terkena dampak. Relokasi juga harus disertai dengan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang memadai di lokasi baru agar kehidupan mereka tetap dapat berjalan dengan baik.
BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Dorong Penanganan Cepat Tanggul Pelabuhan Pulau Baai: dengan Pelindo dan Kemenhub
Kunjungan tim Jurnalis kantor-berita.com ke Desa Kuala Karang mengungkapkan betapa pentingnya perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah untuk mengatasi masalah abrasi pantai ini. Dengan adanya liputan ini, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran tentang pentingnya penanganan masalah abrasi pantai dan perlunya upaya bersama untuk melindungi daerah pesisir yang rentan terhadap bencana ini.
Kondisi yang dialami oleh Desa Kuala Karang juga merupakan pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir. Dengan tindakan preventif dan penanganan yang tepat, kita dapat mengurangi dampak negatif dari abrasi pantai dan melindungi kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir. (**)
Editor: (KB11) Share
Pewarta: Sabar Sinaga (SS)











