Deni “Destroyer” Daffa Wakili Indonesia di Road to UFC Shanghai 2025, Dedek: Dari Indonesia Hanya 2 Petarung

Deni Daffa Road to UFC 2025
Foto: Deni "Destroyer" Daffa Wakili Indonesia di Road to UFC Shanghai 2025, Dedek: Dari Indonesia Hanya 2 Petarung, (Ft/Ist).

Deni “Destroyer” Daffa Wakili Indonesia di Road to UFC Shanghai 2025, Dedek: Dari Indonesia Hanya 2 Petarung

Kantor-Berita.Com, Bengkulu|| Bengkulu kembali mencatatkan sejarah dalam dunia seni bela diri campuran (MMA). Deni “Destroyer” Daffa, petarung berbakat dari Bengkulu Infight Camp, terpilih menjadi wakil Indonesia di ajang Road to UFC yang akan digelar di Shanghai, China, pada 24 Mei 2025.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga Bengkulu. Dari sekian banyak fighter profesional di Indonesia, Deni Daffa berhasil mendapatkan kesempatan emas untuk berlaga di panggung internasional.

BACA JUGA: Atlet PON Bengkulu Tampil di Internasional Fight, Dedek: Menghadapi Petarung Terbaik MMA Tiongkok

Kabar terpilihnya Deni Daffa sebagai peserta Road to UFC dikonfirmasi langsung oleh Pelatih Kepala Bengkulu Infight Camp, Dedi Armansyah.

“Saya menerima kabar ini langsung via telepon dari CEO One Pride, Prof Fransino Tirta, Ini sebuah kehormatan bagi kami dan Bengkulu Infight Camp,” ujar Dedi Armansyah, Kamis (27/3/25).

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Dukung Berkembangnya MMA: Nuzuludin Serahkan Matras sebagai Upaya Nyata

Menurut Dedi Armansyah, atau yang akrab disapa Dedek, pemilihan Deni Daffa untuk mewakili Indonesia bukanlah sesuatu yang mudah. Fighter yang tampil di ajang ini adalah petarung pilihan dari berbagai negara yang ingin mendapatkan kesempatan berkarier di panggung Ultimate Fighting Championship (UFC).

“Deni Daffa terpilih dari banyak petarung profesional Indonesia untuk mengikuti Road to UFC, Ini adalah kompetisi yang sangat bergengsi, di mana para petarung dari seluruh dunia berjuang mendapatkan kontrak UFC,” jelas Dedek.

Ajang Road to UFC bukan sekadar turnamen biasa. Kompetisi ini adalah gerbang bagi petarung untuk masuk ke UFC, organisasi MMA terbesar di dunia.

BACA JUGA: Desember, Fighter Bengkulu Deni Arif Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia MMA di Bangkok, Thailand

Setiap petarung yang berpartisipasi harus memenangkan tiga pertarungan untuk mendapatkan kontrak eksklusif dari UFC. Tantangan ini bukanlah sesuatu yang mudah, karena setiap lawan yang dihadapi adalah petarung dengan kualitas internasional.

“Semua petarung dunia bercita-cita untuk bisa masuk ke UFC, Ini adalah puncak dari kompetisi MMA profesiona, Lawan yang akan dihadapi tentu bukan petarung sembarangan, mereka adalah yang terbaik dari berbagai negara,” ujar Dedek.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ajang ini tidak hanya membawa prestise besar, tetapi juga memiliki risiko besar.

BACA JUGA: Muscab-V HIPMI Kota Pontianak, Edi Kamtono Sebut Ciptakan Entrepreneur Tangguh dan Profesional

“Semua petarung bermimpi untuk tampil di panggung ini, Ini adalah kesempatan besar bagi Deni, tetapi juga penuh tantangan, Namun sebagai seorang petarung, kami siap menghadapi risiko besar demi meraih prestasi besar,” tandas Dedek.

Deni Daffa akan bertanding di kelas lightweight 70,3 kg, kategori yang penuh dengan petarung tangguh dan cepat. Untuk menghadapi pertarungan di Shanghai, Deni telah menjalani persiapan ketat di bawah arahan sang ayah sekaligus pelatih utama, Dedi Armansyah.

Tidak hanya itu, ia juga berlatih bersama sang kakak, Deni Arif, yang menjadi sparring partner utama. Selain itu, beberapa petarung dari Bengkulu Infight Camp turut membantu persiapan intensif ini.

BACA JUGA: KNOPI: Revisi UU Pers 40/1999, Dorong Dewan Pers Wujudkan Kebebasan Pers yang Adil

“Kami mempersiapkan Deni sebaik mungkin, Latihan fisik, teknik, hingga strategi sudah disusun untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di ajang Road to UFC,” ungkap Dedi Armansyah.

Dengan latihan yang disiplin dan ketat, Deni diharapkan mampu tampil maksimal dan menunjukkan kemampuannya sebagai petarung kelas dunia.

Keikutsertaan Deni Daffa di Road to UFC bukan hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama Bengkulu dan Indonesia ke tingkat internasional. Oleh karena itu, ia dan timnya sangat mengharapkan doa serta dukungan dari masyarakat, khususnya pencinta olahraga bela diri.

“Kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat Bengkulu dan Indonesia, Semoga Deni bisa tampil maksimal dan mengharumkan nama bangsa di ajang internasional ini,” tutur Dedek. (Mangcek).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *