Danrem 041/Gamas Serukan Aksi Cepat Atasi Krisis Pangan dan BBM di Pulau Enggano
Kantor-Berita.Com, Bengkulu|| Komandan Korem 041/Garuda Emas (Korem Gamas) Bengkulu, Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen, menyerukan langkah cepat untuk menangani krisis pangan dan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda masyarakat Pulau Enggano. Seruan ini disampaikan dalam rapat darurat di Makorem 041/Gamas Bengkulu, Jumat, (11/4/25).
Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti Danlanal Bengkulu, Polairud Polda Bengkulu, General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu, Kepala Supervisor PT KSDP Indonesia Ferry, Bulog, BMKG, Dandim 0407/Kota Bengkulu, Kepala KSOP Kelas III Pulau Baai, serta Camat Pulau Enggano, Semua peserta sepakat bahwa situasi ini membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana.
BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Siap Ambil Alih Pengerukan Alur Pelabuhan jika Pelindo Gagal
Dalam rapat itu, Brigjen Rachmad Zulkarnaen menegaskan pentingnya menyingkirkan prosedur birokratis demi mempercepat bantuan kepada sekitar 4.300 jiwa di Enggano yang kini kesulitan mendapatkan bahan pangan dan BBM. Bahkan, sudah muncul laporan adanya pencurian beras akibat kelangkaan makanan.
“Kita harus bergerak cepat, Prioritaskan aksi nyata dibandingkan prosedur, Ini demi menyelamatkan saudara-saudara kita di Enggano,” tegas Danrem.
Kolonel Inf. Widi Rahman, Dandim 0407/Kota Bengkulu, melaporkan bahwa pengerukan pasir di alur masuk Pelabuhan Pulau Baai terus berlangsung. Pelindo, melalui kerja sama dengan PT Sarana Pengerukan Utama (SPU), menggunakan alat berat seperti excavator dan kapal Nera 2 untuk mempercepat proses.
Pengerjaan ini sudah dimulai sejak 7 April 2025 dan menunjukkan perkembangan positif. Material hasil pengerukan telah dipindahkan ke area pembuangan, membuka harapan kapal penumpang segera bisa mengakses dermaga.
Target saat ini adalah membuka jalur agar kapal ferry Pulau Tello dapat berlayar ke Enggano dalam 2–3 hari ke depan. Namun, Pelindo juga tengah mengupayakan kedatangan kapal pengeruk berkapasitas besar dari pusat yang mampu menyedot pasir hingga 3.000 meter kubik per jam. Kapal ini dijadwalkan tiba di Bengkulu dalam waktu delapan hari, setelah lulus inspeksi kelayakan.
BACA JUGA: Pengerukan Darurat Dimulai, Pelabuhan Pulau Baai di Prediksi Lancar Pekan Depan
Menurut GM Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu, sedimentasi tinggi menjadi tantangan utama dalam pengerukan, Saat ini kedalaman alur dermaga hanya mencapai 1–1,5 meter, sementara kapal ferry membutuhkan minimal 3 meter kedalaman untuk dapat melintas, Guna mengatasi darurat ini, Pelindo menggunakan kapal nelayan jenis kancil dengan kapasitas angkut maksimal tiga ton untuk mengirimkan logistik ke Enggano.
Manager Komersial dan Kepatuhan Pelindo menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 Pasal 59, tugas pemeliharaan alur pelayaran seharusnya menjadi tanggung jawab Otoritas Pelabuhan (KSOP), Namun karena situasi darurat, Pelindo turun tangan berdasarkan surat rekomendasi Gubernur Bengkulu yang juga ditembuskan ke Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan Menteri Lingkungan Hidup.
Sementara itu, pengerukan hasil sedimen ditempatkan di area dekat breakwater Lentera Hijau, sesuai dengan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu dan Kementerian Lingkungan Hidup.
BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Sidak Pelabuhan Pulau Baai: Pengerukan Alur Diminta Dipercepat
Apabila pengerukan tak rampung tepat waktu, Pemerintah Daerah Bengkulu Utara sudah menyiapkan opsi lain, Sekretaris Daerah Bengkulu Utara mengusulkan penggunaan dua hingga tiga kapal Landing Craft Tank (LCT) berkapasitas sekitar 30 ton, Kapal ini akan mendorong distribusi logistik ke Enggano sekaligus membawa hasil pertanian warga keluar dari pulau tersebut.
Melihat situasi ini, Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen kembali menegaskan pentingnya gerak cepat lintas sektor. Ia meminta semua instansi fokus pada upaya nyata, seperti pengerahan kapal bantuan, percepatan pengerukan, hingga penyediaan logistik darurat.
“Kita harus bekerja bersama, tidak boleh ada ego sektoral, Ini misi kemanusiaan,” tegas Danrem Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen.
BACA JUGA: Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu: Ancaman Serius bagi Ekspor dan Logistik
Semua pihak kini berpacu dengan waktu agar warga Enggano segera mendapatkan pasokan pangan dan BBM, serta memulihkan ekonomi yang lumpuh.
Camat Pulau Enggano, Susanto MD, melaporkan bahwa secara umum situasi masyarakat masih aman dan terkendali, Namun lumpuhnya sektor ekonomi mulai terasa berat. Sebagian besar warga Enggano bergantung pada hasil pertanian dan nelayan, sementara jalur distribusi yang terganggu membuat mereka kesulitan memasarkan hasil bumi dan mendapatkan kebutuhan pokok.
“Ekonomi masyarakat praktis berhenti, Hasil kebun tidak bisa keluar, logistik tidak bisa masuk, Ini benar-benar memukul kami,” Tandas Susanto. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











