Cegah Keracunan, Dinkes Bengkulu Terapkan Standar Ketat Dapur Sekolah

Program Makan Bergizi Gratis
Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, (Ft/Dok).

Cegah Keracunan, Dinkes Bengkulu Terapkan Standar Ketat Dapur Sekolah

Kantor-Berita.Com|| Dalam upaya memastikan setiap pelajar di Kota Bengkulu mendapatkan asupan makanan sehat dan aman, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan kualitas dapur dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan semangat belajar melalui pemenuhan gizi yang seimbang.

Langkah strategis tersebut dilakukan dengan menerapkan standarisasi kelayakan dapur dan pelatihan pengolahan bahan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai titik di Kota Bengkulu. Dengan sistem yang ketat dan terukur, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan kepada pelajar telah memenuhi standar higienitas, kandungan gizi, serta keamanan pangan.

||BACA JUGA: Pendamping Desa Diminta Jadi Penggerak Inovasi dan Kemandirian

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat 24 dapur SPPG aktif yang menjadi tulang punggung penyediaan makanan bergizi bagi ribuan pelajar di Kota Bengkulu.

Menurutnya, setiap dapur tersebut mendapat pembinaan dan pelatihan secara berkala, baik dari Dinas Kesehatan maupun pihak yayasan pengelola. Tujuannya, agar seluruh petugas dapur memahami dengan baik prinsip pengolahan makanan yang higienis, aman, dan bergizi seimbang.

||BACA JUGA: BPKP Bengkulu Punya Nahkoda Baru, Gubernur Minta Pengawasan Lebih Solutif dan Efisien

“Pelatihan kami berikan mulai dari keterampilan dasar pengolahan bahan pangan yang layak konsumsi hingga penerapan standar gizi dan kebersihan dapur. Dengan kolaborasi ini, potensi keracunan makanan di lingkungan sekolah dapat dicegah bahkan diminimalisir,” jelas Neli, Selasa (21/10/25)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu prioritas Pemkot Bengkulu yang dirancang untuk memberikan makanan sehat kepada pelajar, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan setiap anak sekolah mendapatkan asupan bergizi yang cukup agar tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Namun, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas makanan yang disajikan. Karena itu, Dinas Kesehatan terus berupaya memperkuat pengawasan mutu bahan pangan, pengelolaan dapur, serta distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

||BACA JUGA: Menkeu Minta Daerah Tak Tumpuk Dana di Bank, Bengkulu Siap Gerakkan APBD untuk Pertumbuhan

“Kami ingin memastikan bahwa makanan yang sampai di tangan pelajar bukan hanya enak dan bergizi, tapi juga aman untuk dikonsumsi. Prinsip higienitas menjadi hal utama yang selalu kami tekankan kepada setiap petugas dapur,” ujar Neli.

Dinas Kesehatan Bengkulu juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk yayasan pengelola dapur, sekolah, serta tenaga ahli gizi untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Sejak diluncurkan, program MBG di Kota Bengkulu mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pihak sekolah. Hingga kini, tidak pernah ditemukan kasus keracunan atau gangguan kesehatan akibat makanan yang disajikan melalui program ini.

||BACA JUGA: Seleksi Jabatan Eselon II Bengkulu Diundur, BKD Tegaskan Tak Ada Intervensi Politik

Menurut Neli, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama antara pemerintah, yayasan pengelola, dan para petugas dapur yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan kasus keracunan. Ini menjadi bukti bahwa pelatihan dan pengawasan yang dilakukan berjalan efektif. Kita ingin kondisi ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.

Neli menegaskan bahwa keberlanjutan program MBG akan terus dijaga dengan memastikan semua unsur pelaksana bekerja sesuai pedoman. Selain peningkatan kapasitas petugas dapur, pemerintah juga akan memperkuat sarana dan prasarana dapur agar proses pengolahan makanan semakin efisien dan higienis.

||BACA JUGA: Dari Sadesahe hingga Sapo Suruh, Dedy Wahyudi Bangun Ketahanan dan Kemandirian Warga

“Kami ingin menjadikan program ini contoh sukses di tingkat nasional. Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Bengkulu,” ungkap Neli. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *