Foto: Ketua BUMDes, Agus Sumantri, pada saat menunjukan Budidaya Ikan Lele yang dikelola Oleh BUMDes Desa Bajak 3, Pada hari selasa, (22/4/25), (Ft/Ist).
BUMDes Desa Bajak 3 Garap Lele dan Jagung untuk Wujudkan Ketahanan Pangan 2025
Kantor-Berita.Com, Bengkulu Tengah|| Pemerintah Desa Bajak 3, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, serius menjalankan program Ketahanan Pangan Tahun 2025. Melalui alokasi Dana Desa, mereka menggarap dua kegiatan utama: budidaya ikan lele dan penanaman jagung. Program ini sepenuhnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bajak 3, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Kepala Desa Bajak 3, Arman Anandi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan formalitas. Ia meminta pengelola BUMDes bekerja secara tekun, terstruktur, dan fokus pada hasil. Menurutnya, keberhasilan program ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas pangan dan membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Foto: Kolam Budidaya Ikan Lele Milik BUMDes Desa Bajak 3 dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan, (Ft/Ist).
“Kami ingin Dana Desa benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, Salah satu jalannya adalah melalui program ketahanan pangan ini, Kami mulai dari sektor yang potensial di desa, yakni perikanan lele dan tanaman jagung,” ujar Arman saat ditemui di Balai Desa Bajak 3, Selasa, (22/4/25).
BUMDes bukan hanya menjadi pengelola teknis, tetapi juga ujung tombak dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa. Lewat kegiatan ini, BUMDes diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, khususnya bagi pemuda desa yang belum memiliki pekerjaan tetap.
“Kami ingin BUMDes bukan sekadar ada, tapi aktif dan nyata hasilnya, Program ini adalah pembuktian bahwa jika dikelola dengan serius, Dana Desa bisa berdampak langsung untuk ketahanan ekonomi warga,” Ucap Kades Arman.
Program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes Desa Bajak 3 telah menunjukkan langkah konkret. Menurut Ketua BUMDes, Agus Sumantri, kegiatan budidaya kolam lele sudah berjalan selama satu minggu, Bibit ikan lele telah dimasukkan ke dalam kolam yang disiapkan, dan saat ini tim pengelola sedang melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kualitas air dan pakan berjalan optimal.
“Kolam lele sudah kami isi bibit, Sekarang kami fokus pada proses perawatan, Kita pastikan faktor pakan, debit air dan pemeliharaan tetap stabil, Karena ini awalnya, kami jaga betul agar hasil panennya maksimal,” terang Agus.
Sementara itu, untuk program penanaman jagung, BUMDes masih dalam tahap pembersihan dan persiapan lahan. Agus menjelaskan bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan kelompok tani serta PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) setempat untuk memastikan lahan yang dipilih tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
“Kita targetkan lahan tanam jagung segera siap dalam waktu dekat, Kami ingin menyesuaikan musim tanam dengan kondisi cuaca agar hasilnya maksimal,” tandas Agus. (**)
Bedah Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat’ Warnai Diskursus Nasional Kantor-Berita.Com|| Diskursus politik nasional kembali mendapat warna baru melalui peluncuran dan bedah buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” yang digelar…
Tradisi Narik Pukek Masuk Kalender Event Tahunan Wajib di Kota Bengkulu Kantor-Berita.Com|| Pesisir pantai Kota Bengkulu berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (8/2/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai…
Pemkot Bengkulu Menargetkan Festival Yo Botoi-Botoi Masuk Kalender Agenda Nasional Kantor-Berita.Com|| Semangat kebersamaan masyarakat pesisir Bengkulu bergelora dalam gelaran Festival Yo Botoi-Botoi yang berlangsung meriah di kawasan Pasar Bengkulu, Minggu…
Ribuan Warga Ramaikan Yo Botoi-Botoi Festival di Pesisir Bengkulu Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kota Bengkulu resmi membuka Yo Botoi-Botoi Festival di kawasan pesisir pantai Kota Bengkulu atau dikenal sebagai Kota Tuo, Minggu…