BKD Mukomuko Gandeng Unib dalam Penyusunan Standar Harga Barang dan Jasa
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) kembali menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Bengkulu (Unib) untuk penyusunan Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ) tahun anggaran 2027. Langkah ini dianggap sebagai upaya memperkuat transparansi, akurasi, dan efisiensi dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Kerja sama tersebut sebenarnya bukan hal baru. BKD dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unib telah berkolaborasi sejak beberapa tahun terakhir, dan menurut pemerintah daerah, sinergi itu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas perencanaan anggaran. Karena itu, untuk tahun 2027, kerja sama kembali diperbarui lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
||BACA JUGA: BKD Mukomuko Berikan Peralatan Elektronik ke UPT PPD, Dukung Penguatan Penunjang Layanan Pajak
Kepala Bidang Anggaran BKD Mukomuko, Jamali, mengungkapkan bahwa langkah mempercepat proses penyusunan SHBJ ini dilakukan untuk mendukung kelancaran siklus perencanaan pembangunan daerah yang dimulai sejak awal tahun.
“Sebenarnya kerja sama ini sudah terjalin sejak bertahun-tahun. Hanya saja, tahun ini kita bergerak lebih cepat agar standar harga bisa segera digunakan dalam penyusunan dokumen perencanaan,” ujar Jamali.
||BACA JUGA: BKD Mukomuko Gandeng Kejaksaan Negeri untuk Tuntaskan Tunggakan Pajak 2023
Ia menjelaskan bahwa percepatan tersebut penting mengingat dokumen SHBJ merupakan salah satu instrumen kunci dalam proses perencanaan anggaran daerah. SHBJ digunakan sebagai acuan dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), hingga dokumen penganggaran lainnya yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program dan kegiatan.
Dengan adanya standar harga yang diperbarui lebih awal, pemerintah daerah dapat menyusun rencana kegiatan dengan lebih akurat, termasuk penghitungan biaya pembangunan fisik, pengadaan barang, hingga pelaksanaan layanan publik di seluruh kecamatan.
Pada hari sebelumnya, tim BKD Mukomuko mendatangi Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu untuk merumuskan langkah awal kerja sama penyusunan SHBJ 2027. Pertemuan tersebut membahas arah kebijakan, kebutuhan data, metodologi perhitungan harga, serta rencana penelitian lapangan yang akan dilakukan oleh tim akademisi Unib.
||BACA JUGA: Optimalisasi PAD: BKD Mukomuko Awasi Pajak PPJ Non-PLN di Pabrik Kelapa Sawit
“Kami sedang mempersiapkan kembali kerja sama dengan Universitas Bengkulu. Dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan lanjutan untuk penandatanganan kesepakatan,” tambah Jamali.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki kapasitas akademik yang kuat dalam melakukan riset harga, survei pasar, serta analisis ekonomi regional. Kehadiran pihak akademisi sangat penting untuk memastikan data yang dihasilkan valid, objektif, dan sesuai perkembangan pasar di Kabupaten Mukomuko maupun wilayah sekitarnya.
Mukomuko merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat. Kondisi geografis tersebut membuat fluktuasi harga barang dan jasa sering dipengaruhi oleh dinamika ekonomi lintas daerah. Karena itu, penyusunan SHBJ membutuhkan pendekatan penelitian yang komprehensif agar harga yang ditetapkan tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
||BACA JUGA: Pemkab Mukomuko Pastikan Pelantikan 1.873 PPPK Paruh Waktu Akhir Desember
Salah satu tantangan yang disebutkan Jamali adalah perbedaan harga antarwilayah, terutama untuk bahan bangunan dan jasa konstruksi yang sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur.
Selain itu, standar harga juga menjadi pedoman bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ketika mengajukan usulan kegiatan, sehingga tidak terjadi ketidaksesuaian atau selisih besar antara kebutuhan lapangan dan pagu anggaran yang direncanakan. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











