Bencana Tanah Longsor di Rimbo Pengadang: Pemprov Bengkulu Respon Cepat Menurunkan Alat Belat

Bencana Tanah Longsor Bengkulu
Foto: Tampak Alat Berat 2 Unit Bulldozer dan Excavator milik pemerintah Provinsi Benkulu dan BPBD Lebong sedang bekerja membersihkan Longsor yang telah menutupi Badan jalan menuju Rejang Lebong -Lebong, aktivitas Berlangsung pada hari minggu, (21//1/24).

Bencana Tanah Longsor di Rimbo Pengadang: Pemprov Bengkulu Respon Cepat Menurunkan Alat Belat

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Bencana tanah longsor yang kembali melanda Provinsi Bengkulu, khususnya di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong pada Minggu (21/1), menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu. Musibah ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan pada Sabtu (20/1), yang memicu longsor di jalur lintas Rejang Lebong-Lebong. Gubernur Rohidin Mersyah segera merespon situasi tersebut dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu akan bergerak cepat untuk menangani dampak bencana tersebut.

Gubernur Rohidin Mersyah menyampaikan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bengkulu telah menurunkan alat berat ke lokasi bencana dengan bekerja sama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Bencana Tanah Longsor Bengkulu
Foto: Tampak Alat Belat baru saja  tiba dan masyarakat pengguna Arus Lalulintas terhenti, saat Longsor menutupi Badan jalan, di  Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong pada Minggu (21/1/24).

“Saat ini terjadi longsor di jalan lintas Rejang Lebong – Lebong yang menutupi badan jalan dengan volume yang cukup besar, Dinas PUPR Bengkulu bersama BPBD setempat PUPR Rejang Lebong – Lebong, dan BPBD setempat bergerak cepat untuk menangani dan mengatasi dampak bencana ini,” ungkap Gubernur Rohidin Mersyah.

Tindakan cepat Pemerintah Provinsi Bengkulu diwujudkan dengan menurunkan alat berat di lokasi musibah tanah longsor, dengan tujuan utama membuka kembali arus lalu lintas yang terhambat. Gubernur mengakui besarnya dukungan dari TNI/POLRI yang ikut berkolaborasi dalam memberikan bantuan dan bantuan logistik dalam penanganan bencana tanah longsor ini.

BACA JUGA: Tanah Longsor Sebabkan Rumah Warga di Kuto Rejo Kepahiang, Ambruk Saat Hujan Lebat

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, turut memberikan informasi terkini terkait penanganan bencana tersebut.

“Arus lalu lintas kendaraan saat ini sudah bisa dilalui, sementara waktu dengan menerapkan sistem buka tutup, Untuk jangka panjangnya rencana penanganan akan berlangsung selama 4 sampai 5 hari ke depan,” jelas Tejo melalui pesan WhatsApp.

Pemberlakuan sistem buka tutup menjadi solusi sementara dalam memulihkan kelancaran lalu lintas di lokasi terdampak. Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama instansi terkait telah merencanakan penanganan yang lebih komprehensif untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas seiring dengan pemulihan lokasi dari dampak bencana tanah longsor.

BACA JUGA: Kecamatan Topos dan Lebong Selatan Longsor dan Air Bah, Sawah dan Kebun Terdampak

Kalak BPBD Lebong, Tantomi, mengungkapkan harapannya agar bantuan dan upaya penanganan dapat segera dilakukan untuk mengembalikan normalitas di jalur lintas Lebong – Rejang Lebong yang terkena dampak bencana. Bantuan dan koordinasi yang baik antara instansi terkait diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memastikan keselamatan warga serta pengguna jalan.

Bencana tanah longsor di Rimbo Pengadang Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk terus meningkatkan sistem kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam. Kepala Dinas PUPR Bengkulu menegaskan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk memitigasi risiko dan mempercepat pemulihan pasca-bencana. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *