Belungguk Point Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Naik Dua Kali Lipat
Kantor-Berita.Com|| Upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menata kawasan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akhirnya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Memasuki tahun 2026, kawasan yang semula hanya berupa deretan pedagang musiman tersebut kini menjelma menjadi pusat ekonomi kreatif baru yang ramai, tertata, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan pelaku usaha.
Transformasi Belungguk Point menjadi salah satu titik penggerak ekonomi rakyat tidak terjadi dalam semalam. Penataan kawasan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan lokasi, pembinaan pedagang, hingga penguatan program aktivasi untuk menarik kunjungan masyarakat. Hasilnya baru benar-benar terasa pada akhir 2025 dan semakin menguat pada awal 2026 ketika jumlah pengunjung melonjak signifikan, terutama pada akhir pekan.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Kembangkan Belungguk Point sebagai Kampung Digital UMKM
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Bengkulu, Nelawati, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat baik pedagang maupun pengunjung menjadi faktor utama pertumbuhan kawasan Belungguk. Ia menyampaikan bahwa hampir setiap hari pihaknya menerima permintaan dari calon pelaku usaha yang ingin membuka lapak di lokasi tersebut.
“Alhamdulillah, pengakuan dari para pelaku usaha sendiri bahwa omzet mereka naik drastis. Banyak pedagang yang sebelumnya pendapatannya stagnan, kini mengalami peningkatan hingga dua kali lipat setelah bergabung di kawasan Belungguk. Kuncinya ada pada konsistensi,” ujar Nelawati ketika meninjau kawasan tersebut, Kamis (15/1/2026).
||BACA JUGA: Gerai Koperasi Merah Putih Dipercepat, Bengkulu Siapkan Skema Lahan
Menurutnya, konsistensi itu tercermin dalam penyelenggaraan event rutin setiap akhir pekan, seperti hiburan musik, festival kuliner, hingga pagelaran seni budaya. Program Farklinac yang merupakan akronim dari Festival Rakyat Kuliner dan Aksi Kreatif juga dinilai sangat mendukung ekosistem usaha di Belungguk karena memberikan panggung promosi bagi produk lokal.
Saat ini, lebih dari 160 lapak UMKM telah menempati sisi kiri dan kanan kawasan. Penataannya pun dibuat lebih modern, mengikuti tren kuliner perkotaan. Di bagian depan, pengunjung disambut dengan deretan food truck yang menawarkan menu internasional dan minuman kekinian. Sementara itu, bagian tengah kawasan dipenuhi motor gerobak unik yang menjual aneka jajanan tradisional, makanan khas Bengkulu, hingga produk olahan rumahan.
Sisi belakang kawasan tidak kalah menarik dengan tenda-tenda kuliner yang tertata rapi, dilengkapi area makan bersama. Lampu-lampu dekoratif yang dipasang sepanjang jalur membuat suasana malam terasa hidup dan nyaman bagi keluarga.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Siapkan PKS UMKM dengan Alfamart–Indomaret
Keberadaan Belungguk Point memberikan alternatif ruang publik bagi masyarakat yang ingin bersantai, sekaligus menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru di Kota Bengkulu.
Pemerintah Kota Bengkulu turut memberikan dukungan penuh agar kawasan ini tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Bentuk dukungan tersebut tidak hanya berupa penataan lokasi, tetapi juga pembinaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Retribusi kebersihan yang dibebankan kepada pedagang hanya Rp2.000 per hari, jumlah yang dinilai sangat terjangkau. Kebijakan ini bertujuan memberikan keringanan biaya operasional bagi para pedagang kecil sehingga mereka bisa fokus pada kualitas produk dan pelayanan.
||BACA JUGA: Belungguk Point Bengkulu Dipuji Ketua RT Kota Jambi saat Car Free Night
Pemerintah juga memfasilitasi pemasangan sambungan listrik resmi melalui PLN. Dengan demikian, pelaku usaha tidak lagi mengandalkan jaringan sementara yang sering mengganggu aktivitas dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
“Kita ingin para pedagang berusaha dengan tenang dan aman. Makanya urusan listrik kita bantu agar mereka bisa mengurus sambungan resmi sesuai kebutuhan masing-masing,” kata Nelawati.
Nelawati menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan sejumlah sponsor untuk mendukung penyeragaman lapak, seperti penyediaan tenda standar, banner promosi yang seragam, hingga seragam pedagang.
||BACA JUGA: Belungguk Point Jadi Ikon Ruang Publik Berbasis Kearifan Lokal
“Harapan kita ke depan, Belungguk Point jadi lebih nyaman dan indah dipandang. Kita ingin UMKM kita naik kelas dan memiliki tampilan yang bersih, menarik, dan profesional,” tambahnya.
Menurut rencananya, Dinas Koperasi dan UKM akan memperluas konsep serupa ke kawasan Jalan Suprapto, KZ Abidin, area Smart City, dan Pasar Baru Koto.
Pemilihan titik-titik tersebut didasarkan pada tingginya aktivitas masyarakat dan potensi kawasan untuk pengembangan ekonomi rakyat. Jika replikasi berhasil, Pemerintah Kota berharap pertumbuhan usaha kecil bisa merata dan tidak terpusat hanya pada satu kawasan.
“Konsep Belungguk Point ini akan menjadi benchmark bagi kawasan UMKM lain di Bengkulu. Kita ingin masyarakat memiliki lebih banyak ruang usaha yang layak dan produktif,” jelas Nelawati. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











