Banjir di Kabupaten Batu Bara: BPBD Respon Cepat dan Imbauan untuk Meningkatkan Kewaspadaan

Banjir Kabupaten Batu Bara
Foto: Kepala Pusat Informasi data dan Komunikasi BNPB RI Abdul Muhari, (Dok.BPBD RI)

Banjir di Kabupaten Batu Bara: BPBD Respon Cepat dan Imbauan untuk Meningkatkan Kewaspadaan

KANTOR-BERITA.COM, BATU BARA (SUMUT) – Banjir melanda wilayah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang mengakibatkan kerusakan pada bendungan sungai. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera merespons dengan melakukan pendataan dan membangun tenda pengungsian untuk membantu warga yang terdampak.

Saat banjir melanda wilayah tersebut, koordinasi dengan instansi terkait pun diperlukan untuk memperbaiki bendungan atau tanggul yang rusak akibat banjir. Kejadian ini terutama terjadi di wilayah Desa Nenasiam dan Desa Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras.

BACA JUGA: BPBD Kota Bengkulu Waspada Karhutla: Masyarakat Diajak Dukung Langkah Pencegahan

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa, 31 Oktober 2023, banjir tersebut mengakibatkan sebanyak 41 kepala keluarga terdampak dan 41 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian muka udara bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengkonfirmasi bahwa belum ada laporan mengenai korban jiwa atau warga yang mengungsi akibat banjir tersebut.

BACA JUGA: Tragedi Longsor di Dolog Simalsolpah, Kepala BPBD Simalungun Resman H Saragih : Upaya Pencarian Korban Masih Berlanjut

Selain merusak rumah warga, banjir juga menggenangi beberapa fasilitas umum, termasuk Jalan Lintas Pagurawan yang terendam sepanjang 500 meter. Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Sei Buah Keras dengan Desa Durian pun terputus, sehingga menghambat akses anak-anak untuk pergi ke sekolah. Selain itu, banjir juga merendam lahan pertanian seluas 30 hektar, perkebunan seluas 25 hektar, dan lahan pertanian milik warga seluas 40 hektar.

“Saar ini, banjir masih menggenangi dua desa tersebut,” ungkap Abdul Muhari. (2/11/23).

Dalam rangka mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, BNPB mengimbau kepada perangkat daerah dan warga yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir, khususnya yang berada di aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.

BACA JUGA: Korupsi Dana BTT BPBD Kabupaten Seluma: 12 Tersangka Ditahan, Negara Rugi Rp 1,8 Miliar

Perangkat daerah dan warga diminta untuk secara rutin memantau kondisi tanggul dan debit air sungai. Mereka juga harus memperhatikan perkembangan cuaca di wilayah mereka dan menyiapkan waktu penanganan bencana tingkat RT/RW. Selain itu, penting bagi mereka untuk mengetahui jalur evakuasi di desa masing-masing sebagai langkah antisipasi yang efektif.

Pemerintah daerah dan warga yang terkena dampak dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah rawan banjir. Kesadaran dan kesiapan bersama merupakan langkah awal yang krusial dalam menghadapi bencana alam seperti banjir, dan kolaborasi semua pihak akan memastikan respons yang lebih efisien dan efektif dalam situasi darurat seperti ini.

Kejadian banjir menjadi pengingat akan pentingnya upaya pencegahan dan kesiapan dalam menghadapi bencana. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk melindungi nyawa dan harta benda serta meminimalkan dampak bencana-bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. (**)

Editor: (KB1) Share

Kontributor Sumut: S.Hadi Purba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *