Klaim Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, PDIP: Mereka Bukan Percaya Diri, Tapi Panik

Prabowo-Gibran
Foto: Politisi PDI-P Deddy Yevri Hanteru Sitorus (Foto:Detik.com)

KANTOR-BERITA.COM, JAKARTA – Pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming mengklaim mampu memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran. Namun, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Hanteru Sitorus, menyatakan bahwa klaim tersebut hanyalah sebuah mimpi belaka.

Dalam pernyataannya kepada awak media di Kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu, 11 November 2023, Deddy mengungkapkan bahwa klaim kemenangan satu putaran dari pasangan tersebut sebenarnya mencerminkan ketakutan mereka. Menurutnya, kekhawatiran Prabowo-Gibran muncul akibat polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Majelis Kehormatan MK yang dianggap tidak mendukung.

BACA JUGA: Setelah Di Bali, Baliho Ganjar Pranowo Dicopot Satpol PP Diduga di Medan

“Mereka justru tidak percaya diri satu putaran, saya kira mereka sedang panik,” ujar Deddy.

Deddy menyoroti beberapa isu yang menjadi dasar kekhawatiran tersebut, termasuk polemik seputar putusan MK dan Majelis Kehormatan MK yang dinilai negatif. Selain itu, ia menunjukkan bahwa jika Prabowo-Gibran benar-benar optimistis akan kemenangan satu putaran, seharusnya tidak terjadi pencabutan baliho Ganjar-Mahfud, mobilisasi aparat, dan campur tangan lembaga pengawasan.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Hormati Keputusan MKMK, Semua Orang Bisa Menilai Sendiri

Dalam pandangan Deddy, klaim kemenangan satu putaran merupakan strategi politik untuk menciptakan citra positif di tengah masyarakat. Namun, ia menilai bahwa seharusnya klaim tersebut diikuti dengan sikap yang konsisten dan tidak adanya tindakan yang merugikan pesaing politik.

“Saya kira ini lebih kepada strategi untuk menciptakan opini di masyarakat bahwa mereka berada di puncak popularitas. Tetapi, kita melihat di lapangan, banyak hal yang sebenarnya tidak konsisten,” tambah Deddy.

Deddy juga menyoroti beberapa peristiwa yang menurutnya mencerminkan kepanikan pasangan tersebut, seperti pencabutan baliho Ganjar-Mahfud, mobilisasi aparat, dan campur tangan lembaga pengawasan. Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut seharusnya tidak terjadi jika Prabowo-Gibran benar-benar yakin akan memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran. (**)

Editor: (KB1) Share

mangcek

Dilansir dari Tempo.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *