Hadapi Cuaca Ekstrem, Wali Kota Bengkulu Keluarkan SE Jelang Nataru
Kantor-Berita.Com|| Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah preventif guna menjaga keselamatan masyarakat. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 38 Tahun 2025 yang berisi imbauan menyambut libur natal dan akhir tahun baru (Nataru) secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Penerbitan surat edaran ini merupakan respons atas peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi potensi cuaca ekstrem dan ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Bengkulu selama periode akhir Desember hingga awal Januari.
||BACA JUGA: Bengkulu Masuk Daftar Daerah Berisiko Tinggi, BMKG Minta Warga Waspada
Dalam edaran tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan enam poin penting yang wajib menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, pelaku usaha, hingga pengelola tempat hiburan dan objek wisata.
Salah satu poin utama yang ditekankan dalam surat edaran tersebut adalah larangan merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan. Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk tidak meniup terompet, tidak menyalakan kembang api maupun petasan, serta tidak melakukan aksi kebut-kebutan di jalan raya.
||BACA JUGA: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Bengkulu, Pemkot Keluarkan Instruksi Siaga 24 Jam
Menurut Wali Kota Dedy Wahyudi, kebiasaan tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu ketertiban umum, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bermakna. Hindari aktivitas yang berisiko dan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Dedy dalam keterangannya.
Ia menambahkan, suasana pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai momen refleksi dan introspeksi diri, bukan sekadar euforia sesaat yang berujung pada masalah sosial dan keselamatan.
||BACA JUGA: Libur Nataru Pemkot Bengkulu Tegaskan Sanksi Jukir, Pungutan Tarif Parkir Melebihi Perda
Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk mengisi malam tahun baru dengan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Khusus bagi umat Islam, Wali Kota Dedy Wahyudi mengajak untuk menggelar zikir, istigosah, dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar Kota Bengkulu terhindar dari bencana dan musibah.
“Khusus umat Islam, kami mengajak untuk melaksanakan zikir istigosah dan doa bersama. Mari kita panjatkan doa agar kota kita selalu dalam lindungan Allah dan dijauhkan dari bencana,” ujar Dedy.
||BACA JUGA: Pemkab dan TNI-Polri Siap Amankan Nataru di Bengkulu Selatan
Ajakan ini, menurutnya, selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal dan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Bengkulu.
Berdasarkan rilis resmi dari Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno BMKG Bengkulu, wilayah Kota Bengkulu diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan potensi gelombang laut tinggi selama periode libur akhir tahun.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
||BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Landa Bengkulu, BMKG dan BPBD Keluarkan Peringatan Dini
Warga diminta untuk:
- Menghindari kawasan rawan banjir dan longsor
- Tidak beraktivitas di pantai atau laut karena potensi gelombang tinggi
- Memperhatikan keselamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia
“Keselamatan adalah yang utama. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca ekstrem,” demikian bunyi imbauan dalam surat edaran tersebut.
Selain imbauan kewaspadaan cuaca, Pemerintah Kota Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk kembali menggiatkan budaya gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran drainase dan lingkungan sekitar.
||BACA JUGA: Siaga Libur Nataru, Dinkes Kota Bengkulu Dirikan Posko Kesehatan
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah genangan air dan banjir akibat tersumbatnya saluran oleh sampah, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Pemerintah berharap peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi benteng awal dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











