Pemdes Sukaraja Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Tanam Jagung
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, terus memperkuat ketahanan pangan desa melalui program strategis berbasis pertanian. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) dengan kegiatan penanaman jagung serentak satu desa satu hektar (Sade Sahe), yang digelar pada Rabu (01/10/25).
Program penanaman jagung ini memanfaatkan alokasi 20 persen Dana Desa yang secara khusus diperuntukkan bagi kegiatan ketahanan pangan. Pemerintah Desa Sukaraja menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rukun Makmur sebagai pengelola utama program, dengan tujuan memastikan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.
||BACA JUGA: Bengkulu Luncurkan Lomba Ketahanan Pangan Satu Desa Satu Hektare
Kegiatan penanaman jagung serentak tersebut dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Desa Maras, Kecamatan Air Nipis. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki kesesuaian lahan serta potensi hasil yang baik untuk pengembangan tanaman jagung.
Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kapolsek Seginim, Danramil setempat, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Seginim, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran Pemerintah Desa Sukaraja, serta anggota BUMDes Rukun Makmur. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap program ketahanan pangan desa.
||BACA JUGA: Bupati Bengkulu Tengah Pimpin Rembuk Tani di Pondok Kelapa, Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Kepala Desa Sukaraja, Limardani, menyampaikan bahwa program penanaman jagung serentak ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung kebijakan nasional terkait ketahanan pangan, sekaligus upaya meningkatkan kemandirian ekonomi desa.
“Program Ketapang ini kami jalankan sebagai bentuk keseriusan desa dalam memperkuat ketahanan pangan. Penanaman jagung satu desa satu hektar ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujar Limardani di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pengelolaan program melalui BUMDes Rukun Makmur bertujuan agar hasil pertanian dapat dikelola secara profesional dan memberikan nilai tambah bagi desa. BUMDes diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi desa.
||BACA JUGA: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemkab Seluma Ajukan 235 Ha Cetak Lahan Sawah Baru
“BUMDes kami libatkan penuh agar program ini berjalan efektif. Mulai dari pengelolaan lahan, perawatan tanaman, hingga pemasaran hasil panen nantinya,” kata Limardani.
Menurut dia, pemanfaatan Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan merupakan langkah strategis, mengingat sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Desa Sukaraja. Dengan pengelolaan yang tepat, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa dan membuka peluang kerja bagi warga.
Dengan penanaman jagung serentak satu hektar ini, Pemerintah Desa Sukaraja optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa desa memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan pembangunan nasional.
||BACA JUGA: Madiun Jadi Pusat Panen Raya Jagung Serentak, Polri dan Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Kepala Desa Limardani disela kegiatan dengan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan mengawal program tersebut hingga masa panen tiba.
“Kami ingin program ini sukses dan menjadi kebanggaan Desa Sukaraja. Dukungan semua pihak sangat kami harapkan,” pungkas Limardani. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan
ADV











