Viral di Medsos, Pemilik Kamar Bilas Pantai Jakat Minta Maaf
Kantor-Berita.Com|| Pemilik usaha kamar bilas di kawasan wisata Pantai Jakat, Kota Bengkulu, Yuniarti, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan klarifikasi terkait aksinya yang viral di media sosial. Peristiwa tersebut menyedot perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan tindakan tidak pantas terhadap seorang pengunjung pantai. Insiden itu memicu perdebatan luas dan mendorong Pemerintah Kota Bengkulu turun tangan untuk memastikan penanganan dilakukan secara proporsional.
Dalam keterangannya kepada petugas dan awak media, Yuniarti menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berawal dari kesalahpahaman antara dirinya dan pengunjung. Menurutnya, tidak ada niat untuk berbuat tidak senonoh atau mencoreng kenyamanan wisatawan, meski ia mengakui tindakannya tidak pantas dan menyesali kejadian tersebut.
||BACA JUGA: Video Viral Pantai Jakat, Pemkot Bengkulu Bertindak, Pelaku Minta Maaf
Yuniarti memaparkan kronologi kejadian secara rinci. Ia menyebut, pengunjung yang merekam video datang ke Pantai Jakat menggunakan mobil dengan pelat nomor BG. Kendaraan tersebut diparkir tepat di depan usaha kamar bilas miliknya, yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Saat pengunjung itu turun dari mobil, Yuniarti mengaku telah mengingatkan secara lisan agar setelah mandi di pantai, bilas dilakukan di tempat usahanya. Menurut Yuniarti, imbauan itu disampaikan secara biasa dan pengunjung tersebut sempat menyetujuinya.
||BACA JUGA: Pantai Panjang Bengkulu Tampil Baru, Simbol Kebangkitan Wisata Daerah
“Pas turun sudah saya ingatkan, kalau mandi nanti bilasnya di tempat saya. Waktu itu sudah sama-sama sepakat,” kata Yuniarti.
Namun, setelah selesai mandi di pantai, pengunjung tersebut justru membersihkan diri di tempat lain. Situasi ini membuat Yuniarti merasa kecewa, meskipun ia menegaskan tidak berniat memicu konflik. Dalam suasana santai, ia sempat melontarkan kalimat bercanda kepada suaminya.
“Saya cuma bilang ke suami saya, ‘nanti aku tinju’. Itu bercanda, dan saya ngomong ke suami, bukan ke pengunjung,” ujarnya.
||BACA JUGA: Walikota Imbau Warga Hindari Jogging di Jalan Raya, Sediakan Jogging Track Pantai Panjang
Menurut Yuniarti, perkataan tersebut rupanya disalahartikan oleh pengunjung. Pengunjung tersebut merasa tersinggung dan mengira ucapan itu ditujukan kepadanya. Situasi pun berubah tegang ketika pengunjung melontarkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada Yuniarti.
Dalam kondisi tertekan dan merasa tidak nyaman, Yuniarti mengaku memilih untuk diam. Ia membelakangi pengunjung tersebut sebagai bentuk menghindari konfrontasi langsung. Namun, pada saat itulah pengunjung merekam video yang kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu persepsi negatif terhadap dirinya.
“Dia memaki-maki saya. Saya tidak melawan. Saya hanya diam dan membelakanginya. Yang bisa saya lakukan hanya itu, dan akhirnya jadi seperti yang viral,” jelas Yuniarti.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Kembangkan Pantai Panjang, Targetkan Lonjakan PAD Pariwisata
Meski merasa berada dalam situasi tertekan, Yuniarti tidak menampik bahwa tindakannya tetap tidak pantas, apalagi dilakukan di ruang publik dan kawasan wisata. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Bengkulu dan wisatawan yang merasa terganggu dengan video tersebut.
“Saya minta maaf kepada masyarakat Bengkulu dan para wisatawan. Saya sadar perbuatan saya tidak pantas dan saya sangat menyesal,” ucapnya.
Yuniarti juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud merusak citra Pantai Jakat maupun pariwisata Kota Bengkulu. Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi dirinya pribadi. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











