Wagub Mian Dorong Akses KUR untuk UMKM Bengkulu

UMKM Bengkulu
Foto: Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, (Paling Kiri) bersama Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, Deputi Bidang Usaha Mikro Riza Damanik, saat menghadiri Rakor yang mengangkat tema “Optimalisasi Tempat Promosi dan Pengembangan Usaha Berbasis Infrastruktur Publik serta Pembiayaan KUR bagi UMKM” di Jakarta, Rabu (26/11), (Ft/Dok).

Wagub Mian Dorong Akses KUR untuk UMKM Bengkulu

Kantor-Berita.Com|| Upaya memperkuat sektor UMKM terus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu. Langkah ini kembali ditegaskan saat Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menghadiri Rapat Koordinasi Infrastruktur Publik dan Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jakarta, Rabu (26/11). Kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan usaha masyarakat berbasis infrastruktur publik, sekaligus meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Rakor yang mengangkat tema “Optimalisasi Tempat Promosi dan Pengembangan Usaha Berbasis Infrastruktur Publik serta Pembiayaan KUR bagi UMKM” diikuti sejumlah pejabat daerah, perwakilan kementerian, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem UMKM nasional. Melalui forum ini, pemerintah daerah dari berbagai provinsi memperoleh arahan strategis terkait cara memaksimalkan ruang publik sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat.

||BACA JUGA: Wagub Mian Terima Audiensi Warga UPT SP III Seluma

Dalam keterangannya, Wagub Mian menegaskan komitmen Bengkulu untuk menggenjot sektor UMKM sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen selaras dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang meminta setiap daerah memperkuat basis ekonomi kerakyatan.

“Hari ini saya mengikuti Rakor Infrastruktur Publik dan Pembiayaan KUR untuk UMKM di Jakarta. Bengkulu sedang berfokus mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana yang diminta Bapak Presiden,” ujar Mian.

||BACA JUGA: BPK Periksa 17 OPD, Wagub Mian: Harus Transparan

Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi melihat UMKM sebagai sektor paling potensial untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat struktur ekonomi daerah. Dengan jumlah pelaku UMKM yang terus bertambah, Bengkulu harus memastikan ketersediaan fasilitas pendukung, terutama infrastruktur publik yang dapat mendorong transaksi usaha masyarakat.

Menurut Mian, optimalisasi infrastruktur publik seperti ruang terbuka hijau, alun-alun kota, gedung pelayanan publik, hingga kawasan wisata merupakan langkah efektif untuk menciptakan pusat ekonomi baru. Fasilitas ini dapat menjadi lokasi strategis bagi pelaku UMKM untuk berjualan, berpromosi, dan memperluas pasar.

“UMKM kita sekarang terus mengalami kemajuan. Tempat pelayanan publik dan titik berkumpul anak muda yang terdapat pedagang UMKM biasanya selalu ramai. Namun masih ada beberapa lokasi yang kondisinya stagnan kadang ramai, kadang sepi,” Katanya.

||BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Tetapkan Harga Sawit Rp 3.330 per Kg, Mian: Harus Berpihak ke Petani

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah perlu mencari strategi agar seluruh titik UMKM memiliki daya tarik dan perputaran ekonomi yang stabil. Dalam rakor tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai teknik optimalisasi ruang publik agar lebih efektif mendukung ekonomi kerakyatan.

“Dalam rapat tadi disampaikan banyak trik dan masukan. Semua akan kita bawa ke Bengkulu sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki pola yang sudah berjalan,” tambahnya.

Selain infrastruktur publik, pembiayaan KUR menjadi topik utama dalam rakor ini. Pemerintah pusat menyiapkan skema KUR yang lebih mudah diakses dengan bunga rendah agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha tanpa terhambat modal. Di Bengkulu, kebutuhan modal menjadi salah satu kendala terbesar bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

||BACA JUGA: Wagub Mian Tegas: Perusahaan Wajib Lunasi Pajak

Melalui forum ini, pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat penyaluran KUR dengan memastikan prosedur lebih sederhana, pendampingan usaha lebih intensif, dan koordinasi dengan perbankan lebih optimal. Dukungan pembiayaan yang tepat sasaran diyakini akan memperkuat daya saing UMKM Bengkulu, terutama yang bergerak di sektor kuliner, pertanian, kerajinan, dan industri kreatif.

Wagub Mian menilai bahwa ketersediaan modal yang cukup harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dan pemasaran. Dengan begitu, UMKM tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga berkembang dari sisi kualitas dan keberlanjutan usaha.

Rakor ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, Deputi Bidang Usaha Mikro Riza Damanik, serta jajaran pejabat dari Kementerian UMKM RI. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat koordinasi lintas daerah dalam membangun ekosistem UMKM yang kokoh.

||BACA JUGA: Wagub Mian Bawa Proposal Infrastruktur Bengkulu ke Kementerian Transmigrasi

Para pejabat kementerian memaparkan strategi nasional yang akan mendukung percepatan pengembangan UMKM di seluruh Indonesia. Mulai dari peningkatan literasi digital, perluasan pasar, penyederhanaan regulasi, hingga penataan lokasi usaha di ruang publik.

Sinergi ini penting agar setiap daerah, termasuk Bengkulu, memiliki arah pembangunan UMKM yang sejalan dengan kebijakan nasional. Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah berharap UMKM dapat menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama menghadapi tantangan kompetisi global. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *