Kopi Bengkulu Asal Kepahiang Tembus Pasar Eropa, Dewi Coryati: Diminati Pasar Kroasia
Kantor-Berita.Com|| Kabar membanggakan datang dari dunia diplomasi dan perdagangan internasional. Anggota DPR RI asal Bengkulu, Hj. Dewi Coryati, M.Si, mengungkapkan bahwa kopi Bengkulu, khususnya dari Kabupaten Kepahiang, telah berhasil menembus pasar Kroasia. Negara di Eropa Tenggara itu ternyata telah mengimpor kopi asal Bumi Rafflesia karena kualitas dan cita rasanya yang dianggap sangat spesial.
Informasi menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Kroasia untuk Republik Indonesia, Yang Mulia Mr. Nebojsa Koharovic, dalam pertemuan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Kroasia yang dihadiri oleh Dewi Coryati bersama sejumlah anggota parlemen Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.
||BACA JUGA: Bimtek Konten dan Fotografi: Dorong Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Bengkulu
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Koharovic menuturkan bahwa masyarakat Kroasia menyukai kopi robusta dan arabika asal Bengkulu, terutama karena memiliki cita rasa unik dan kualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar Eropa.
“Beliau menyampaikan bahwa Kroasia mengimpor kopi Bengkulu, khususnya dari Kepahiang, karena kualitas dan cita rasanya yang sangat spesial,” ungkap Hj. Dewi Coryati yang diunggah melaui Media Sosialnya.
||BACA JUGA: DPRD Sanggau Perjuangkan Listrik dan Investasi di Komisi XII DPR RI
Bagi masyarakat Bengkulu, kabar ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Selama ini, Bengkulu dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, dengan cita rasa khas yang berasal dari kondisi geografis dan iklim yang ideal untuk tanaman kopi.
Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong menjadi sentra utama produksi kopi unggulan, baik jenis robusta maupun arabika. Bahkan, kopi Bengkulu telah beberapa kali meraih penghargaan di tingkat nasional karena kualitas rasa, aroma, dan karakteristik bijinya yang kuat.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa kopi Bengkulu diakui dunia. Kita patut berbangga karena hasil bumi dari petani kita bisa dinikmati hingga ke Eropa,” ujar Dewi Coryati.
||BACA JUGA: Forum Investasi BRIEF 2025 Dorong Bengkulu Jadi Magnet Investor Baru
Politisi asal Bengkulu yang juga duduk di Komisi X DPR RI itu menambahkan, keberhasilan kopi Bengkulu menembus pasar Kroasia menunjukkan bahwa produk-produk daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global, asal dikelola dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Dewi menilai, pertemuan dengan Dubes Kroasia menjadi momentum penting untuk membuka jalan lebih luas bagi ekspor kopi Bengkulu ke pasar Eropa. Ia berkomitmen untuk mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan antar kedua negara, khususnya di sektor pertanian dan produk unggulan daerah.
“Semoga dari pertemuan ini bisa memperluas peluang ekspor bagi petani dan pelaku usaha kopi di Bengkulu,” Tutur Dewi Coryati.
Ia juga mengungkapkan rencananya untuk mengundang Duta Besar Kroasia berkunjung langsung ke Bengkulu, khususnya ke Kabupaten Kepahiang, agar dapat melihat secara langsung proses budidaya dan pengolahan kopi oleh para petani lokal.
||BACA JUGA: Inpres Diterbitkan, Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Pulau Enggano dan Pelabuhan Baai
“Doakan, dalam waktu dekat saya bisa mengundang Yang Mulia Mr. Nebojsa Koharovic agar datang ke Bengkulu, khususnya ke Kepahiang dan kabupaten lain yang memproduksi kopi spesial,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Kroasia, tidak hanya di bidang diplomasi politik, tetapi juga ekonomi kreatif, perdagangan, dan pertukaran budaya.
Kopi Bengkulu: Kualitas Dunia dari Lereng Bukit Barisan
Kopi Bengkulu dikenal memiliki cita rasa kuat dan khas, hasil dari tanah subur dan ketinggian yang ideal di kawasan Pegunungan Bukit Barisan. Banyak pecinta kopi menilai bahwa kopi dari wilayah ini memiliki keseimbangan rasa antara pahit, asam, dan aroma yang kuat, menjadikannya salah satu kopi terbaik di Indonesia.
Kabupaten Kepahiang menjadi salah satu penghasil utama dengan ribuan hektar lahan kopi produktif. Mayoritas petani di wilayah tersebut masih mengandalkan cara tradisional dalam proses penanaman dan pengolahan, namun hasilnya tetap menakjubkan dan diminati pasar mancanegara.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Bengkulu, produksi kopi di provinsi ini mencapai puluhan ribu ton setiap tahunnya. Sebagian besar dikirim ke luar daerah, dan sebagian kecil telah berhasil menembus ekspor ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, dan kini Kroasia. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











