Pemkot Bengkulu Tetap Fokus Pada Program Prioritas, Saat Krisis Fiskal

Fiskal Daerah Bengkulu
Foto: Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, (Ft/Dok).

Pemkot Bengkulu Tetap Fokus Pada Program Prioritas, Saat Krisis Fiskal

Kantor-Berita.Com|| Di tengah ketatnya kebijakan fiskal nasional dan berkurangnya Dana Transfer ke daerah, kepala daerah di seluruh Indonesia kini menghadapi ujian nyata. Tidak lagi tentang seberapa besar anggaran yang dimiliki, tetapi seberapa cerdas mereka berinovasi di tengah keterbatasan.

Hal itu pula yang sedang dibuktikan oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi. Alih-alih mengeluh, Dedy memilih untuk memutar otak dan membuktikan bahwa kepemimpinan sejati bukan diukur saat dana berlimpah, melainkan ketika krisis datang tanpa kompromi.

||BACA JUGA: Pemkab Benteng Perkuat Strategi PAD, Semua OPD Diminta Sajikan Data Valid dan Terukur

“Kondisi sekarang sedang tidak baik-baik saja. Bukan hanya di Kota Bengkulu, tapi hampir seluruh Indonesia,” ujar Dedy Wahyudi dengan nada tegas, Kamis (16/10/2025).

Hal itu menggambarkan realitas fiskal daerah yang kini harus menyesuaikan diri dengan pengetatan anggaran nasional. Pemerintah pusat memangkas sejumlah pos transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026, membuat banyak pemerintah daerah perlu menata ulang prioritas pembangunan.

||BACA JUGA: Dana TKD Dipangkas, Bupati Bengkulu Utara Ngadu ke Menteri PUPR Pastikan Proyek Prioritas Lanjut

Dalam situasi fiskal yang menantang, Pemerintah Kota Bengkulu memilih strategi realistis: memfokuskan pembangunan pada kebutuhan mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya mendengar langsung keluhan masyarakat soal jalan rusak, drainase tersumbat, dan lampu jalan yang belum berfungsi. Dengan dana terbatas, semua itu tetap akan kita tangani, meski secara bertahap dan fokus pada yang paling mendesak,” jelas Dedy.

Pendekatan berbasis prioritas ini dinilai sebagai langkah cerdas. Alih-alih memaksakan proyek besar yang menyedot anggaran, Pemkot Bengkulu akan mempercepat perbaikan infrastruktur kecil yang langsung dirasakan masyarakat.

||BACA JUGA: Kejaksaan dan Pemkot Bengkulu Kolaborasi Bangun Pemerintahan Bersih Lewat Program Jaga Desa

Selain itu, beberapa program sosial seperti perbaikan lingkungan, pengentasan kemiskinan, dan dukungan bagi UMKM juga tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota memastikan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat pelayanan publik dasar.

Wali Kota Dedy Wahyudi memahami bahwa ketergantungan terhadap dana pusat tidak bisa menjadi andalan abadi. Karena itu, ia mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai strategi efisiensi dan inovasi.

Sektor pajak daerah dan retribusi kini menjadi fokus utama. Pemerintah daerah melakukan pendataan ulang wajib pajak, optimalisasi retribusi jasa publik, serta penegakan hukum terhadap pelanggar pajak daerah.

||BACA JUGA: Kepala SMPN 28 Bengkulu Utara Klarifikasi Isu Proyek Sekolah, Tegaskan Semua Sesuai Prosedur dan Diawasi Ketat

“Strategi paling realistis saat ini adalah pengelolaan anggaran yang lebih efisien, dan mengoptimalkan potensi PAD untuk menggantikan kekurangan dari dana pusat,” kata Dedy.

Pemkot Bengkulu juga mulai membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta, termasuk BUMD dan pelaku usaha lokal, untuk mengembangkan potensi investasi baru di bidang pariwisata, perdagangan, dan layanan publik. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *