Dispertan Mukomuko Ajukan 20.000 Dosis Vaksin PMK untuk Lindungi Hewan Ternak
KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, telah mengajukan permintaan vaksin untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 10.000 ekor hewan ternak, meliputi sapi, kerbau dan kambing, Usulan ini diajukan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) dengan total kebutuhan vaksin sebanyak 20.000 dosis, dengan asumsi setiap hewan menerima dua dosis vaksin.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Diana Nurwahyuni, menjelaskan bahwa jumlah vaksin yang diusulkan lebih sedikit dibandingkan dengan total populasi hewan ternak di wilayah tersebut, Berdasarkan data populasi ternak berkuku belah di Mukomuko meliputi: Sapi: 32.646 ekor, Kerbau: 9.462 ekor, Kambing: 32.214 ekor, Domba: 1.455 ekor.
BACA JUGA: DKPP Kota Bengkulu Tangani Kasus Penyakit Ngorok pada Kerbau di Kampung Melayu
“Kami mengusulkan vaksin hanya untuk hewan ternak yang memungkinkan untuk dijangkau, Sebagian besar hewan ternak di daerah ini dipelihara secara liar, bukan diikat atau dikandangkan, sehingga sulit untuk dilakukan vaksinasi,” Kata Diana, Minggu.
Saat ini, Dinas Pertanian Mukomuko telah menemukan 20 ekor hewan ternak, yang terdiri dari sapi dan kambing, dengan gejala PMK. Hewan-hewan tersebut berasal dari Kelurahan Koto Jaya, Kelurahan Bandar Ratu, dan Desa Pasar Sebelah.
BACA JUGA: Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Sebut Vaksin PMK ke Hewan Ternak Masih Kurang
“Gejala PMK ini telah diperiksa oleh dokter hewan, dan hasilnya menunjukkan adanya indikasi PMK, Kami telah melaporkan kasus ini untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” Ujar Diana.
Untuk memastikan diagnosis, sampel dari hewan-hewan tersebut telah diambil oleh tim dari Balai Veteriner Lampung, Sampel tersebut akan diuji lebih lanjut di laboratorium untuk mengonfirmasi keberadaan PMK.
BACA JUGA: Distankan Rejang Lebong Intensif Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Penyakit Mulut dan Kuku menjadi ancaman serius bagi peternakan di Mukomuko, terutama karena sistem pemeliharaan ternak yang tidak sepenuhnya terkontrol, Banyak peternak yang membiarkan hewan ternaknya berkeliaran bebas, sehingga mempersulit pelaksanaan vaksinasi maupun pengawasan kesehatan hewan.
Namun, pemerintah daerah terus berupaya memastikan penanganan PMK berjalan optimal, Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengintensifkan sosialisasi kepada peternak tentang pentingnya vaksinasi dan pengelolaan ternak secara lebih terstruktur.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Gelar Vaksinasi Sapi Qurban Cegah Virus Jembrana Menjelang Idul Adha
Diana Nurwahyuni menyampaikan harapannya agar pada penyaluran vaksin PMK, Kabupaten Mukomuko bisa mendapatkan alokasi yang cukup, Hal ini penting untuk melindungi hewan ternak di daerah tersebut, terutama karena potensi kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh PMK sangat besar.
“Kami berharap bantuan vaksin tahap kedua ini dapat segera terealisasi dan memberikan perlindungan kepada ternak-ternak di Mukomuko, Dengan langkah ini kami optimis dapat menekan angka penyebaran PMK di wilayah ini,” tutup Diana. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta; Budi Utoyo











