Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Sebut Vaksin PMK ke Hewan Ternak Masih Kurang

Vaksin PMK
Foto: Dinas Pertanian Kabupaten Kaur pada saat melaksanakan Program Vaksinasi Hewan Ternak, (dok).

Dinas Pertanian Kabupaten Kaur Sebut Vaksin PMK ke Hewan Ternak Masih Kurang

KANTOR-BERITA.COM, KAUR|| Pada tahun 2024, Dinas Pertanian Kabupaten Kaur di bidang peternakan telah mendistribusikan seluruh kuota vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 3000 dosis kepada hewan ternak yang sehat di wilayah tersebut.

Rahmad Fajar, Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, menyampaikan bahwa distribusi vaksin telah selesai dilaksanakan, bahkan sebelum memasuki bulan puasa tahun ini. Namun, dia mengakui bahwa jumlah vaksin yang disediakan masih jauh dari mencukupi, mengingat total populasi hewan ternak di Kabupaten Kaur mencapai 28 ribu ekor.

BACA JUGA: Penyuluhan Kesehatan Hewan Peliharaan: di Pertemuan Bulanan DWP Seluma

“Kami hanya memiliki 3000 dosis vaksin PMK, sedangkan jumlah ternak di sini mencapai 28 ribu ekor, Jadi tidak semua hewan ternak di setiap kecamatan bisa mendapatkan vaksin,” jelas Rahmad.

Karena itu, Rahmad Fajar berharap pemerintah pusat akan mengalokasikan tambahan stok vaksin PMK untuk Kabupaten Kaur agar distribusi vaksin dapat mencakup seluruh hewan ternak secara merata.

BACA JUGA: Kapolres Mukomuko Imbau Warga Kandangkan Hewan Ternak demi Keselamatan di Jalan Raya

Rahmad menambahkan, meskipun saat ini tidak ada wabah penyakit mulut dan kuku di Kabupaten Kaur, vaksinasi tetap sangat penting untuk dilakukan, khususnya pada hewan ternak yang sehat. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk mencegah kembalinya penyakit tersebut tetapi juga untuk meningkatkan imunitas dan ketahanan tubuh hewan ternak terhadap berbagai penyakit.

“Vaksinasi ini esensial untuk memastikan bahwa hewan ternak kita tetap sehat dan terlindungi dari potensi wabah di masa depan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Gubernur Rohidin Apresiasi Desa Riak Siabun sebagai Lumbung Pengembangan Ternak di Bengkulu

Kegiatan vaksinasi ini adalah bagian dari usaha pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan hewan ternak, yang pada gilirannya akan mendukung stabilitas ekonomi lokal yang banyak bergantung pada sektor peternakan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Ahmad Irsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *