Habib Ali Zainal Abidin Sampaikan Tausyiah di Masjid Al-Muhajirin: Pesan Penting Tentang Keikhlasan dan Uang Haram
KBRN1 NUSANTARA, PONTIANAK|| Pada tanggal (13/01/25), Masjid Al-Muhajirin yang berlokasi di Komplek Pondok Harapan Kita TPI Pontianak Barat dipenuhi oleh sekitar 200 jamaah yang antusias menghadiri tausyiah dari Habib Ali Zainal Abidin bin Yahya, Acara tersebut menjadi momen penuh hikmah yang digelar setelah salat Maghrib, Habib Ali hadir atas undangan Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Burhanudin Abdullah, yang ingin memperkuat pesan moral melalui dakwah agama.
Dalam tausyiahnya, Habib Ali menyampaikan pesan penting terkait penggunaan uang haram, khususnya hasil korupsi, untuk kegiatan amal atau ibadah. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran agama dan dilarang keras.
BACA JUGA: LSM Parameter Nusantara Desak Usut Penebangan Liar Kayu Ulin di Ketapang
“Jika ada orang yang menggunakan uang haram untuk beribadah haji, maka saat ia melempar jumroh, itu tidak ubahnya seperti syaitan yang melempar syaitan,” ujar Habib Ali dengan nada tegas.
Habib Ali menekankan bahwa tobat sejati hanya akan diterima oleh Allah jika seseorang bersedia mengembalikan uang haram yang telah diperolehnya. Langkah ini, menurutnya, adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
BACA JUGA: Pasar Modern di Pontianak Dikritik: Proyek APBD Dinilai Tidak Maksimal dan Berpotensi Rugikan Negara
Lebih lanjut, Habib Ali menjelaskan esensi dari keikhlasan dalam menjalankan ibadah, terutama sholat. Ia menyebutkan bahwa sholat yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dapat menjadi pelindung dari perbuatan dosa.
“Sholat yang dinikmati hingga mengantarkan kita menangis adalah sholat yang benar-benar dapat menyelamatkan kita,” jelas Habib Ali.
Habib Ali juga mengingatkan bahwa meninggalkan sholat adalah dosa besar yang harus dihindari oleh umat Islam. Ia menegaskan pentingnya menjauhi makanan haram dan menjaga hak orang lain sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah.
BACA JUGA: Pemkot Pontianak Pangkas 50% Anggaran Perjalananan Dinas Demi Kesejahteraan Masyarakat
Dalam tausyiahnya, Habib Ali menyitir kisah Siti Fatimah, putri Rasulullah SAW, yang menjadi teladan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Siti Fatimah dikenal sebagai sosok dermawan yang gemar membaca Al-Qur’an dan bersedekah dengan barang yang halal.
“Jangan mencampuradukkan yang halal dan yang haram. Bersihkan hati dan luruskan niat untuk beribadah,” pesan Habib Ali, mengingatkan jamaah untuk selalu menjaga kesucian niat dalam menjalankan amalan.
Selain itu, Habib Ali juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak agar mengenal agama dan mencintai Rasulullah SAW sejak dini. Menurutnya, pendidikan agama yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun karakter anak yang taat dan berakhlak mulia.
BACA JUGA: Polresta Pontianak Bagikan Buku ke Sekolah: Dukung Pendidikan di Masa Liburan
Acara ini berlangsung dalam suasana penuh khidmat, dengan jamaah yang terlihat sangat antusias menyimak setiap nasihat yang disampaikan oleh Habib Ali. Para hadirin mengaku mendapat banyak pencerahan dari tausyiah tersebut.
Salah seorang jamaah menyatakan, “Pesan yang disampaikan Habib Ali benar-benar mengena, Saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga keikhlasan dalam beribadah dan menjauhi segala bentuk harta yang tidak halal.”
Di akhir tausyiahnya, Habib Ali mengingatkan jamaah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah dengan cara menjalankan ajaran agama secara konsisten, Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat diraih melalui ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah.
“Jangan pernah lelah untuk memperbaiki diri, Bersihkan hati, luruskan niat dan jadikan setiap amalan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, Insya Allah kita semua akan menjadi hamba-Nya yang diridhoi,” pungkas Habib Ali. (KB10)
Pewarta: Yan’S











