Pantai Jakat Bengkulu Sepi Akibat Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

Pantai Jakat cuaca ekstrem
Foto: Kondisi Saat ini Pantai Jakat yang Sepi Pengunjung akibat Tingginya Gelombang Laut, (Ft/Ist).

Pantai Jakat Bengkulu Sepi Akibat Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pantai Jakat, salah satu objek wisata andalan Kota Bengkulu yang biasanya ramai dikunjungi warga pada akhir pekan, kini mengalami kondisi yang kurang bersahabat, Akibat cuaca ekstrem dan gelombang laut yang sedang pasang tinggi, pantai ini tampak sepi dari aktivitas wisatawan.

Pada Sabtu dan Minggu, 14-15 Desember 2024, lokasi wisata yang biasanya penuh dengan pengunjung terlihat kosong, Tidak ada aktivitas masyarakat yang biasa bermain di tepian pantai atau berenang, Hanya terlihat beberapa warga sekitar yang tinggal di dekat pantai sedang duduk di depan rumah mereka.

BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Imbau: Warga Tingkatkan Waspada Cuaca Ekstrem dan Mitigasi Nataru 2025

Hal serupa juga terjadi di sepanjang Pantai Panjang hingga kawasan Pasir Putih. Gelombang tinggi membuat masyarakat menghindari kawasan pantai untuk sementara waktu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Will Hopi, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak berenang di sepanjang pantai, termasuk Pantai Jakat, selama kondisi cuaca ekstrem ini berlangsung.

BACA JUGA: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Selama Nataru 2024-2025: Siaga Bencana Ditingkatkan

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di pantai, termasuk di Pantai Jakat, Meskipun selama ini Pantai Jakat aman untuk mandi, kondisi pasang tinggi dan gelombang saat ini sangat berbahaya, Demi keselamatan, sebaiknya hindari aktivitas berenang di pantai,” ujar Will Hopi.

Ia menambahkan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan terus berlangsung hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, Berdasarkan informasi dari BMKG, mulai 20 Desember hingga awal Januari 2025, gelombang laut diprediksi akan semakin tinggi.

BACA JUGA: Waspada Pasang Air Laut di Pantai Berkas Bengkulu: BPBD Imbau Nelayan dan Warga Siaga

“Jangan ambil risiko, Sebaiknya hindari aktivitas berenang di pantai selama musim liburan ini,” tambah Will.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, BPBD Kota Bengkulu berencana mendirikan beberapa posko di sepanjang pantai. Posko-posko ini akan mulai aktif pada 24 Desember 2024 dan berfungsi untuk memberikan informasi serta pengawasan kepada pengunjung pantai.

“Kami akan mendirikan posko di beberapa titik strategis di sepanjang pantai, Tim kami juga akan berkeliling menggunakan pengeras suara (toa) untuk memberikan himbauan kepada para pengunjung agar menjauh dari pantai jika kondisi gelombang berbahaya,” jelas Will.

BACA JUGA: BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem: BPBD Kota Bengkulu Himbau Waspada Selama Nataru

Nurhidayah (56), seorang warga yang tinggal di sekitar Pantai Jakat, mengonfirmasi bahwa kondisi ombak semakin tinggi terutama pada malam hari. Ia menyebutkan bahwa air laut bahkan mencapai halaman rumahnya.

“Sejak dua minggu ini air laut terus pasang, Kalau malam ombaknya tinggi sekali, bahkan sampai ke rumah kami,” ungkap Nurhidayah yang sehari-hari berjualan kelapa muda dan menyewakan ban untuk pengunjung pantai.

Ia juga mengakui bahwa kondisi ini membuat wisatawan enggan datang ke pantai, Biasanya Pantai Jakat menjadi tujuan favorit bagi masyarakat Bengkulu yang ingin menikmati akhir pekan, tetapi sejak ombak tinggi mulai melanda, pengunjung nyaris tidak ada.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrim Pemkot Himbau Nelayan Untuk Waspada

Kondisi sepinya pengunjung jelas berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar pantai. Banyak pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan kini kehilangan pelanggan.

“Kami yang biasanya berjualan kelapa muda atau menyewakan ban kepada anak-anak yang bermain di pantai benar-benar merasa kesulitan, Tidak ada pengunjung sama sekali,” keluh Nurhidayah. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *