Warga Suka Maju Mukomuko Keluhkan: Jalan Rusak Bertahun-Tahun Tanpa ada Perhatian Pemerintah
KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Masyarakat Desa Suka Maju, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko terus menghadapi kesulitan akibat kondisi jalan rusak yang tidak kunjung mendapatkan perhatian. Sudah lebih dari satu dekade, jalan utama yang menjadi penghubung vital bagi warga dibiarkan rusak parah tanpa adanya upaya perbaikan. Pada Senin (16/09/2024), kondisi tersebut semakin memprihatinkan dan membuat aktivitas warga semakin terganggu.
Jalan yang seharusnya menjadi akses utama untuk berbagai kegiatan sosial dan ekonomi kini hanya menyisakan bebatuan kasar yang menyulitkan mobilitas masyarakat. Dari perbatasan desa hingga ke ujung, jalan tersebut dipenuhi lubang-lubang besar yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Bagi warga yang setiap hari melewati jalan tersebut, kewaspadaan ekstra diperlukan agar tidak terjatuh akibat kondisi jalan yang semakin memburuk. Tim media yang melintasi jalur tersebut juga mengalami langsung betapa sulitnya melewati jalan berbatu dan licin, terutama saat hujan.
BACA JUGA: Proyek Sambungan Air Bersih di Kota Bengkulu Dikeluhkan: Standar Pemasangan Pipa Dipertanyakan
Joko, salah seorang warga Desa Suka Maju, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan yang seolah tidak pernah diperhatikan oleh pihak berwenang, “Setahu saya, jalan ini belum pernah tersentuh perbaikan sejak saya tinggal di sini. Hanya bebatuan dan lubang di mana-mana. Kondisi di bagian atas desa lebih parah lagi. Selama bertahun-tahun, tidak ada tanda-tanda perbaikan. Padahal, jalan ini sangat penting bagi aktivitas kami,” ujar Joko dengan nada penuh kecewa.
Joko tidak sendirian. Banyak warga lain yang merasakan hal serupa dan mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait keselamatan saat melewati jalan tersebut, terutama di malam hari. Selain bebatuan yang tajam dan licin, jalan yang jauh dari pemukiman membuat warga merasa was-was jika harus melintasinya di malam hari.
BACA JUGA: Kepala Desa Padang Lebar Bengkulu Selatan Keluhkan Kondisi Infrastruktur
“Kalau malam, hampir tidak ada warga yang berani lewat sini, Jalannya berbahaya dan jauh dari rumah-rumah warga, Kami sudah lebih dari 10 tahun menunggu perbaikan, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan, Malah jalan di desa Wakil Bupati yang terus diperbaiki,” keluh seorang warga lainnya.
Kondisi jalan yang rusak ini tidak hanya mengganggu mobilitas sehari-hari, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Banyak petani dan pedagang yang kesulitan mengangkut hasil bumi mereka karena kondisi jalan yang tidak layak. Biaya transportasi meningkat, dan waktu yang diperlukan untuk mengangkut barang menjadi lebih lama. Akibatnya, banyak komoditas yang tidak bisa segera dijual atau dipasarkan, sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat setempat.
BACA JUGA: Tiga Tahun Putus, Jalur Irigasi Desa Muara Payang Belum Kunjung Diperbaiki
Selain itu, akses layanan kesehatan juga menjadi terhambat. Banyak warga yang kesulitan mengakses puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya karena jalan yang sulit dilewati. Ketika ada keadaan darurat, seperti pasien yang harus segera dibawa ke rumah sakit, warga merasa sangat khawatir karena kendaraan sulit untuk melaju dengan cepat di jalan yang rusak.
“Kami khawatir kalau ada yang sakit atau darurat, bagaimana caranya membawa mereka ke rumah sakit? Jalannya sangat buruk, apalagi saat hujan, pasti akan lebih susah lagi,” tambah warga lainnya. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo











