Warga Desa Rawa Bangun Kecewa, Janji Perbaikan Jalan Poros Tak Kunjung Terpenuhi
KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO|| Kondisi jalan poros sepanjang sekitar 4 kilometer yang terletak di Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko, saat ini sangat memprihatinkan. Jalan ini belum pernah mendapatkan perbaikan berupa pengaspalan atau hotmix, sehingga permukaannya dipenuhi bebatuan dan berlubang. Ketika musim hujan tiba, jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur, sementara di musim kemarau, debu tebal menyelimuti jalan, membuat perjalanan menjadi tidak nyaman dan berbahaya.
Pak Tur, salah seorang warga Desa Rawa Bangun, mengungkapkan kekecewaannya ketika ditemui oleh awak media pada Jumat, (23/8/24), Ia merasa sangat kecewa dengan janji yang pernah disampaikan oleh Wakil Bupati Mukomuko, Ibu Wasri, saat acara pengajian akbar di desanya.
BACA JUGA: Desa Sungai Lintang Gelar Musyawarah Desa untuk Perubahan RPJM Desa dan Pembentukan Tim RKP 2025
”Dulu Ibu Wasri pernah berjanji bahwa jalan ini akan diaspal hingga ke Umbul 25, termasuk di Desa Pondok Batu dan Desa Sumber Makmur, Namun hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda pengaspalan di jalan ini, sementara di Desa Sumber Makmur, pengaspalan sudah selesai,” ujar Pak Tur dengan nada kecewa.
Jalan poros yang menghubungkan Desa Rawa Bangun dengan Desa Lubuk Sanai I di Kecamatan XIV Koto, terakhir kali dibangun pada masa pemerintahan Bupati Choirul Huda pada tahun 2020. Namun, aspal yang sudah lama itu kini telah banyak yang rusak, meninggalkan bebatuan dan lubang-lubang besar di sepanjang jalan. Kondisi ini membuat perjalanan menjadi sulit dan berbahaya, terutama bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
BACA JUGA: Pemkab Mukomuko Lakukan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan untuk Kelancaran Akses Transportasi
“Setiap hari kami harus melalui jalan ini, baik saat mengantar anak-anak ke sekolah maupun saat pergi ke pasar. Kondisi jalan yang rusak sangat menyulitkan kami, terutama saat musim hujan, karena jalan menjadi berlumpur dan licin. Bahkan ada beberapa kali warga yang jatuh dari motor karena jalan yang berlubang dan licin,” Terang Pak Tur
Warga Desa Rawa Bangun sebenarnya telah lama mengeluhkan kondisi jalan poros ini. Mereka merasa sangat kesulitan, terutama saat harus melewati jalan tersebut untuk beraktivitas sehari-hari, seperti berangkat bekerja atau mengantar anak-anak mereka ke sekolah. Meski demikian, mereka tidak dapat berbuat banyak selain berharap dan menunggu perhatian dari pemerintah daerah. Hingga kini, jalan tersebut belum mendapatkan perbaikan yang layak, dan harapan warga untuk melihat jalan mereka diaspal semakin hari semakin besar.
BACA JUGA: Tingginya Curah Hujan Jalan Nasional di Liku Sembilan Amblas
Salah satu warga lainnya juga menambahkan bahwa kondisi jalan semakin memburuk saat musim kemarau dan musim hujan tiba. Di musim kemarau, debu tebal yang berterbangan akibat jalan yang berkerikil mengganggu kesehatan warga dan membuat pandangan menjadi terganggu. Sementara itu, di musim hujan, lubang-lubang yang ada di jalan tergenang air, menciptakan genangan yang cukup dalam dan membuat kendaraan sulit untuk melintas. Kondisi ini tentu saja sangat menyulitkan, terutama bagi para siswa yang setiap hari harus melewati jalan tersebut untuk pergi ke sekolah. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo











