Foto: Bencana Alam Longsor melanda Desa Nagori Durian Banggal pada hari minggu 15/10, (S.Hadi P).
KANTOR-BERITA.COM, SIMALUNGUN – Pada Hari Minggu, 15 Oktober, sebuah bencana alam mengerikan melanda Desa Nagori Durian Banggal, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Sekitar pukul 10.30 pagi, dua warga yang merupakan petugas Swadaya Air Masyarakat (SAM) menjadi korban longsor yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dua jiwa yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah J. Rukun Saragih, seorang pria berusia 38 tahun, dan Jelmin Saragih, seorang pria berusia 56 tahun. Keduanya adalah warga setia Desa Durian Banggal, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Foto: Dalam Lingkaran korban longsor yang hingga saat ini belum ditemukan 17/10/23. (S.Hadi P)
Kronologi kejadian tragis ini terjadi ketika kedua warga tersebut sedang berusaha memperbaiki saluran air minum di daerah tersebut. Tanpa peringatan, tiba-tiba terjadi keruntuhan batu besar menimpa mereka saat mereka tengah berkarya untuk memastikan pasokan air minum warga tetap lancar. Kejadian ini menggemparkan hati semua yang menyaksikannya.
Pada tanggal 15 Oktober, Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH, dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Simalungun, AKBP Ronald Sipayung, langsung turun ke lokasi bencana alam yang merenggut nyawa warga Desa Nagori Durian Banggal, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kedatangan mereka ke lokasi bukan hanya sebagai perwakilan pemerintah, tetapi juga sebagai ungkapan simpati dan dukungan kepada keluarga korban.
Warga sekitar dan lawan dengan tekun melanjutkan upaya pencarian korban. Namun, sampai hari Selasa, 17 Oktober, korban-korban belum juga ditemukan. Hal ini membuat masyarakat setempat merasa prihatin dan sedih, terus berusaha keras untuk menemukan dua warga yang menjadi korban bencana alam tersebut. Keterlibatan berbagai pihak di masyarakat dalam proses pencarian ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sesama dalam menghadapi cobaan berat ini.
Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH, Bupati Simalungun, memberikan pernyataan terkait peristiwa ini, “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami akan memberikan semua dukungan yang diperlukan untuk membantu dalam pencarian korban. Semoga kami dapat menemukan mereka secepat mungkin dan memastikan kepada keluarga korban. “
Kapolres Simalungun, AKBP Ronald Sipayung, juga menambahkan, “Kami akan bekerja keras bersama-sama dengan berbagai pihak, termasuk tim SAR, untuk memastikan keselamatan dan menemukan kedua korban. Keamanan adalah prioritas kami.”
Seluruh masyarakat Simalungun dan sekitarnya ikut merasakan duka yang mendalam atas peristiwa ini. Doa dan dukungan moril pun terus mengalir kepada keluarga korban yang masih menanti kabar baik. Semoga upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil dan dua jiwa yang hilang dapat ditemukan dengan selamat.(**)
SMKN 2 Bengkulu Tengah Edukasi Siswa Cegah Bullying dan Kekerasan Anak, Libatkan Para Pihak Daerah BENGKULU – SMKN 2 Bengkulu Tengah bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan…
Kepala SDN 78 Seluma Buka Suara soal Revitalisasi Gedung, Ini Penjelasan Perubahan Pekerjaannya SELUMA, BENGKULU – Kepala SD Negeri 78 Seluma, Malihan Suarni, S.Pd., memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek revitalisasi…
Sukses Jadi Tuan Rumah Event Voli Asia, FPPI Kalbar Minta Transparansi Anggaran Kantor-Berita.Com, Pontianak|| Keberhasilan Kalimantan Barat menjadi tuan rumah sejumlah kejuaraan bola voli berskala nasional hingga internasional dalam dua…
Sering Dilanda Genangan, Desa Sukaraja Usulkan Pembangunan Saluran Irigasi Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan saluran…