Tim Monitoring KONI Bengkulu: Atlet Pelatda PON Perlu Menjalani Tes VO2 Max dan HB

Tim Monitoring KONI Bengkulu
Foto: Empat atlet sepatu roda yang diproyeksikan ke PON Aceh - Sumut tampak semangat saat foto bersama dengan tim monitoring KONI dan tim medis Pelatda di GOR UMB, Kamis (11/7/24).(foto/cek)

Tim Monitoring KONI Bengkulu: Atlet Pelatda PON Perlu Menjalani Tes VO2 Max dan HB

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Sudah jalan dua bulan training centre (TC) Pelatda berjalan di bentang, ada sejumlah atlet mengalami cedera dan sakit. Ini terpantau ketika kegiatan tim monitoring KONI Provinsi Bengkulu tatap muka dengan sejumlah atlet yang melakoni TC.

Kamis sore (11/7/24),  Tim Monitoring KONI Bengkulu yang diketuai Kosmas Manik dengan didampingi empat anggota tim dan tim medis dokter tatap muka langsung bersama pelatih dan atlet tiga cabang olahraga (cabor) di venue Pelatda. Yakni sepatu roda, taekwondo, dan e-sport.

Tim Monitoring KONI Bengkulu
Foto: Ketua Tim monitoring KONI, Kosmas Manik (kiri) tatap muka bersama atlet e-sport di GOR Pemuda Sawah Lebar Bengkulu Kamis (11/7/24).(foto/cek)

Seperti cabor sepatu roda, empat atlet yang saat ini sedang menjalani TC berjalan, satu atletnya menderita sakit, dan harus istirahat selama sepekan. Beda sama e-sport, meski tiga atletnya menjalani latihan rutin, namun mendapat perhatian serius dari tim dokter Pelatda.

Seperti disampaikan tim medis Pelatda, dr. Meinoffiandi Leswin, sebagai seorang atlet harus disiplin. Tidak hanya disiplin latihan, tapi pola makan, jam istirahat serta asupan makanan perlu dijaga. Ini harus dijaga betul, agar kondisi fisik tetap terjaga dengan baik.

BACA JUGA: Atlet Atletik Jalani Pelatda Berjalan, Manik: Atlet Kita Belum Miliki Data Analisis Medis

“Jika makannya terlambat, kurang istirahat, jam tidur tidak teratur/sering begadang, dan yang lainnya, rentan akan jatuh sakit, Intinya prinsip-prinsip itu betul-betul dijaga, supaya kondisi kesehatan tetap bugar, Apalagi PON sebentar lagi bergulir,” ungkap Meinoffiandi, yang juga eks atlet renang PON Bengkulu.

Penjelasan yang sama, dipaparkan anggota tim monitorng Dali Sukma. Menurut mantan atlet Pelatnas pencak silat itu atlet yang kini sedang jalani TC perlu di test VO2 Max dan HB. “Ini penting dijalani, untuk menunjukkan kebugaran seseorang. Apalagi seorang atlet sangat perlu,” jelas Dali Sukma.

BACA JUGA: Training Centre Berjalan Berlangsung Tiga Bulan, Manik: KONI Tentu Perlu Tahu Perkembangan Atlet

Menilik kebugaran sejumlah atlet yang saat ini kondisi dalam keadaan cedera dan sakit, Ketua Tim Monitoring, Kosmas Manik, M.Si, menyarankan pada pelatih masing-masing cabor untuk segera kordinasi dengan KONI. Karena dalam program Pelatda PON, sudah ada tim medis.

“Tim monitoring turun langsung ke venue- venue cabor, guna melihat program latihan dan menampung aspirasi atlet. Kendala apa saja yang dihadapi selama menjalankan TC berjalan– yang sudah memasuki dua bulan ini,” ujar Kosmas Manik, yang juga Waketum Bidang Binpres KONI Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA: Latihan Mandiri, Cabor Catur Minimal Target 1 Emas, Manik: Peluang Lolos Terbuka Lebar

Karena KONI sudah ada tim medis Pelatda, kata dia, kiranya atlet-atlet yang mengalami kendala seperti cedera, sakit, ataupun butuh peralatan segera disampaikan pada pelatih. Nanti pelatihnya kordinasi sama KONI, “Kini Pelatda ada tim medis, kalau ada yang sakit bisa hubungi medisnya,” ujar Manik.(**)

Editor/Pewarta: Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *