TERJUN BEBAS

PORWIL Sumatera XI/2023
Foto: TARMANDI ALLBA

Catatan Kecil:
TARMANDI ALLBA PORWIL Sumatera XI/2023

DILUAR EKSPEKTASI. Inilah potret yang dibukukan kontingen Bengkulu pada Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) Sumatera XI/2023 yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, November lalu.

Dengan mengikuti 8 Cabang olahraga (cabor) yang berkekuatan 112 atlet, capaian pasukan “Rafflesia” diluar ekspektasi. Asa masuk lima besar, sebaliknya tercecer di juru kunci dari 8 kontingen yang tampil.

Sekedar diingat, pada perhelatan olahraga multi event empat tahunan di Bumi Lancang Kuning, 4 – 14 November itu, Bengkulu hanya meraup 15 keping kalungan medali (3 emas, 8 perak, 4 perunggu.

Tentu berkaca dari hasil PORWIL X yang di bentang di Bengkulu, secara nalar sulit diterima. Saat jadi tuan rumah, patriot olahraga Bengkulu mampu mendulang 56 medali (25 emas, 13 perak, 18 perunggu).

PORWIL Sumatera XI/2023
Foto: Hasil Perolehan PORWIL Sumatera XI/2023

Dipengaruhi Banyak Faktor//

Jika dibandingkan hasil PORWIL X dan XI, maaf, boleh dibilang gagal total alias terjun bebas. Karena selain minim medali, tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh – Sumut, hanya tiga cabor yang lolos. Yakni Whusu, E-Sport dan bola tangan.

Kegagalan itu tidak perlu ada yang dikambinghitamkan. Tapi banyak faktor menghiasi persiapan duta-duta olahraga terbaik Bengkulu di pekan olahraga multi event itu. Salah satunya, minimnya support anggaran yang digelontorkan pemerintah.

Tentu anggaran yang minim ini, banyak program persiapan atlet tidak bisa terakomodir. Seperti training camp (TC), try out (TO) dan lain-lain. Disisi lain, namanya TC dan TO dalam menghadapi event besar seperti Kejurnas Pra PON dan Porwil, “wajib” dilakoni.

Ironisnya, anggaran PORWIL dari pemerintah yang dikelola melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, tak berdaya untuk mengakomodir sebagian keinginan 8 cabor yang berlaga di PORWI XI. “Hanya bisa memberangkatkan kontingen”.

Kondisi yang sama anggaran yang dikelola KONI Provinsi Bengkulu, juga sulit mengakomodir sebagian permintaan cabor khusus yang berlaga di Kejurnas Pra PON. Dan bahkan ada cabor yang tidak bisa berangkat, karena dengan dana yang minim.

Bangga Atlet Asli Bengkulu//

Meski hasil kurang memuaskan, masyarakat olahraga Bengkulu harus puas. Hasil juru kunci pada PORWIL XI Riau, sudah maksimal. Atlet-atlet yang berjuang di medan laga, asli putra/putri Bengkulu. Tidak ada istilah “impor atlet”.

Ini diakui Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, H. Dedy Ermansyah, SE. “Secara prestasi kita belum berhasil. Tapi dari segi kemampuan, atlet-atlet kita sudah tunjukkan kemampuan maksimal,” jelas mantan Wagub Bengkulu ini

Lebih lanjut dikatakan Dedy ‘Black’, hasil minim yang dicatat Bengkulu di PORWIL Riau, banyak faktor. Ini tak lepas dari anggaran pembinaan atlet, minim. Sehingga persiapan atlet tidak maksimal.

“Tapi saya bangga. Para duta-duta olahraga Bengkulu baik Kejurnas Pra PON maupun PORWIL sudah berjuang sekuat tenaga. Hasilnya menurut saya, sudah maksimal. Dan mereka adalah putra/putri terbaik asli Bengkulu,” jelas legend PS Bengkulu di-masanya. Selamat sampai bersua di PON XXI Aceh – Sumut.(**)

*(Penulis adalah Wartawan Olahraga/Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Bengkulu Juga Redaktur Kantor-Berita.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *