Tabrak Tiang Pancang Kapal Nelayan Tenggelam di Mempawah
Kantor-Berita.Com|| Sebuah kapal nelayan mengalami kecelakaan tunggal hingga tenggelam di perairan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (20/12/25). Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan perairan Kijing, Sungai Kunyit, dan sempat mengundang perhatian warga pesisir setempat.
Kapal yang tenggelam diketahui bernama KM Borneo dengan ukuran GT 10. Kapal tersebut dinakhodai oleh seorang nelayan bernama Muhardi, warga Kecamatan Sungai Pinyuh. Beruntung, Muhardi berhasil menyelamatkan diri meski harus bertahan terapung di laut selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh nelayan dan aparat setempat.
||BACA JUGA: OTT KPK Kalsel, Kajari dan Kasi Intel Diamankan, Uang Ratusan Juta Disita
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan laut yang dihadapi nelayan, terutama saat melintas di perairan yang memiliki banyak sisa bangunan atau tiang pancang bekas aktivitas industri dan pelabuhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat KM Borneo bertolak dari Sungai Raya sekitar pukul 06.30 WIB. Kapal tersebut berangkat dengan tujuan menuju wilayah Semudun untuk menjalani perbaikan. Dalam pelayaran tersebut, kapal hanya diawaki oleh nahkoda.
||BACA JUGA: Cuaca Buruk, Kapal Tanker dan Kapal Keruk Bertabrakan di Pulau Baai
Perjalanan awal berlangsung normal. Namun, setelah melewati kawasan Pelabuhan Kijing dan mendekati area bekas dermaga bongkar muat milik PT EUP, insiden tak terduga terjadi. Kapal nelayan itu menabrak tiang besi bekas dermaga yang masih tertanam di perairan.
Benturan keras dengan tiang pancang tersebut menyebabkan lambung kapal mengalami kerusakan serius. Air laut dengan cepat masuk ke badan kapal, membuat KM Borneo kehilangan keseimbangan dan perlahan tenggelam.
Sekitar pukul 10.00 WIB, kapal akhirnya karam. Dalam kondisi darurat tersebut, Muhardi segera berupaya menyelamatkan diri. Ia meninggalkan kapal yang sudah tidak dapat dikendalikan dan memanfaatkan fiber ikan yang ada di atas kapal sebagai alat bantu apung.
||BACA JUGA: Jelang Nataru Pertamina Pastikan LPG 3 Kg di Ketapang Aman
Nahkoda KM Borneo itu kemudian terapung di perairan Sungai Kunyit selama kurang lebih satu jam. Dalam kondisi tersebut, ia berusaha bertahan sambil berharap ada kapal nelayan lain yang melintas dan melihat keberadaannya.
Keberuntungan berpihak pada Muhardi. Sekitar pukul 11.00 WIB, seorang nelayan setempat bernama Kevin, warga Desa Sungai Kunyit, melihat korban yang sedang terapung di laut. Menyadari situasi darurat tersebut, Kevin segera memberikan pertolongan awal dan melaporkan kejadian itu ke Pos Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) Sungai Kunyit.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pos Babinpotmar Sungai Kunyit bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 11.10 WIB, anggota Babinpotmar berangkat ke perairan untuk menjemput korban.
||BACA JUGA: Senjata Api Rakitan dan Amunisi Aktif Disita di Pelabuhan Pontianak, Satu Pelaku Diamankan
Proses evakuasi berjalan lancar. Pada pukul 11.25 WIB, petugas berhasil membawa Muhardi ke Pos Babinpotmar Sungai Kunyit dalam kondisi selamat. Korban kemudian diamankan dan mendapatkan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisinya stabil.
Komandan Pos Babinpotmar Sungai Kunyit, Serma Satim, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa respons cepat dari nelayan setempat dan aparat sangat membantu dalam menyelamatkan korban.
“Korban berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat. Yang bersangkutan sempat terapung di laut sekitar satu jam sebelum ditemukan nelayan. Kami langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan,” ujar Serma Satim.
Ia menambahkan bahwa pihaknya langsung melakukan pendataan awal terkait identitas korban dan kronologi kejadian. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kecelakaan terjadi murni akibat tabrakan dengan tiang pancang bekas dermaga. (Yan’S).











