Seluma Perkuat Pengelolaan Irigasi, Petugas Lapangan Ikuti Bimtek, Wabup: Stop Alih Fungsi Lahan

Pelatihan Komisi Irigasi
Foto: Pemerintah Kabupaten Seluma bersama forkominda menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dengan membuka Pelatihan Penguatan Kelembagaan Komisi Irigasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petugas Lapangan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/12/25) di Aula BKD Seluma, (Ft/Ist).

Seluma Perkuat Pengelolaan Irigasi, Petugas Lapangan Ikuti Bimtek, Wabup: Stop Alih Fungsi Lahan

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Seluma kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dengan membuka Pelatihan Penguatan Kelembagaan Komisi Irigasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petugas Lapangan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/12/25) di Aula BKD Seluma ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto.

Pelatihan tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah dalam memastikan pengelolaan irigasi berjalan optimal dan terencana. Kehadiran berbagai unsur mulai dari Forkopimda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu, pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Seluma, hingga penyuluh pertanian dari seluruh kecamatan memperlihatkan besarnya perhatian terhadap peningkatan kualitas pengelolaan irigasi demi ketahanan pangan daerah.

||BACA JUGA: Pemkab Seluma Perkuat Sektor Perikanan, Dua Poklahsar Terima Bantuan Usaha

Pelatihan dua hari ini diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Seluma dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu. Ketua Panitia Penyelenggara, Ngadiyono S.T., M.T., M.M, menyampaikan bahwa peserta pelatihan merupakan ujung tombak di lapangan. Mereka adalah penyuluh pertanian dan petugas teknis yang memiliki peran penting dalam memastikan setiap kebijakan irigasi dapat diterapkan dengan benar.

“Hari pertama diisi dengan penyampaian materi, sementara hari kedua akan dilanjutkan dengan pelatihan praktik langsung di lapangan. Kami ingin peserta benar-benar memahami teknik pengelolaan irigasi secara aplikatif,” jelas Ngadiyono dalam sambutannya.

||BACA JUGA: Wabup Gustianto Buka Seleksi JPT Pratama Sekda Seluma

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada peningkatan pemahaman mengenai kelembagaan komisi irigasi, koordinasi antarinstansi, serta penyusunan rencana pengelolaan irigasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Seluma Drs. H. Gustianto menegaskan bahwa keberadaan komisi irigasi menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Ia menyoroti pentingnya komisi irigasi untuk memastikan seluruh jaringan irigasi desa hingga kecamatan berfungsi maksimal dan tidak terjadi penyimpangan pemanfaatan lahan.

“Dengan adanya komisi irigasi, saya berharap tidak ada lagi alih fungsi lahan di Kabupaten Seluma. Lahan pertanian harus tetap dijaga, karena di sinilah sumber kehidupan masyarakat kita,” ujar Wabup Gustianto.

||BACA JUGA: Gustianto Dukung Literasi Keuangan: “Masyarakat Harus Bijak Kelola Uang”

Ia menekankan bahwa alih fungsi lahan yang tidak terkendali dapat merusak struktur produksi pertanian, mengganggu ketahanan pangan, serta menghambat rencana pembangunan ekonomi desa. Oleh karena itu, pemerintah daerah menganggap penguatan komisi irigasi sebagai langkah strategis untuk menjaga produktivitas pertanian dan memastikan ketersediaan pangan lokal tetap aman.

Wabup Gustianto menambahkan bahwa pelatihan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan hasil pertanian di seluruh wilayah Seluma. Ia mengajak para penyuluh pertanian dan petugas lapangan untuk benar-benar memahami kondisi irigasi di daerah masing-masing serta aktif memberikan pendampingan kepada petani.

“Kami berharap seluruh dapur MBG (Menuju Bengkulu Gemilang) di Kabupaten Seluma dapat memanfaatkan hasil pertanian lokal. Dengan demikian, produk petani kita memiliki pasar yang jelas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin kuat,” tuturnya.

||BACA JUGA: Seluma Siap Sukseskan Cetak Sawah Rakyat dan Swasembada Pangan Bengkulu

Dengan meningkatnya tantangan pertanian akibat perubahan iklim, pola tanam yang tidak menentu, dan ancaman alih fungsi lahan, Pemerintah Kabupaten Seluma menilai bahwa tata kelola irigasi menjadi faktor yang sangat vital. Irigasi yang baik memungkinkan petani menyesuaikan pola tanam, meningkatkan intensitas produksi, serta mengurangi risiko gagal panen.

Wabup Gustianto menekankan bahwa Seluma memiliki potensi pertanian yang sangat besar jika jaringan irigasi dikelola dengan benar. Ia berharap melalui pelatihan ini lahir para petugas lapangan yang memiliki dedikasi tinggi dan mampu mengoptimalkan pengelolaan air untuk mendukung pertanian modern.

“Kita harus memastikan air tersedia tepat waktu, jaringan irigasi terpelihara, dan data lapangan diperbarui secara berkala. Hal ini menjadi dasar dalam mengatur kebijakan pertanian yang tepat sasaran,” ungkapnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rego

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *