RBB Unjuk Rasa di Depan DPRD Kota Bengkulu Menolak Penjabat Walikota

Aksi Unjuk Rasa
Foto: Ketua DPRD Kota Bengkulu Suprianto Bersama Wakil Ketua I Marliadi saat menemui peserta aksi unjuk rasa, Jumat. (29/9/23).

Perbedaan Nama Menyulut Protes RBB Unjuk Rasa di Depan DPRD Kota Bengkulu Menolak Penjabat Walikota

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Aksi unjuk rasa menolak Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, yang digelar oleh kelompok Rakyat Bengkulu Bergerak (RBB), Aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Bengkulu pada Jumat (29/9/23). Sebanyak Puluhan orang yang tergabung dalam RBB turun ke jalan untuk mengungkapkan ketidaksetujuan mereka terhadap penunjukan Arif Gunadi sebagai Pejabat Walikota.

Kelvin Aldo, yang merupakan koordinator aksi ini, dengan penuh semangat mengungkapkan alasan. Ia menyatakan bahwa penolakan terhadap Penjabat Walikota Bengkulu ini disebabkan oleh perbedaan antara nama yang diusulkan oleh DPRD Kota Bengkulu dan Gubernur Bengkulu dengan nama yang akhirnya ditunjuk oleh Mendagri.

BACA JUGA: DPRD Provinsi Bengkulu Sahkan Perubahan APBD-P Tahun 2023: Menuju Penguatan Kebijakan Anggaran

“Kami meminta agar DPRD Kota Bengkulu segera menghubungi Mendagri dan Gubernur Bengkulu untuk menyampaikan ketidakpuasan masyarakat Kota Bengkulu terhadap pelantikan pejabat yang tidak sesuai dengan usulan DPRD Kota Bengkulu,” ungkap Kelvin Aldo.

Hanya itu, RBB juga meminta DPRD Kota Bengkulu untuk mengambil tindakan dengan memboikot seluruh produk yang berhubungan dengan Pejabat Walikota Bengkulu, karena mereka curiga adanya ketidaknetralan dan afiliasi dengan partai politik dalam penunjukan tersebut.

BACA JUGA: Arif Gunadi Penjabat Walikota Bengkulu, Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota

“Kami meyakini bahwa netralitas Jabatan Walikota Bengkulu adalah hal yang sangat penting dan akan mengganggu stabilitas politik menjelang Pemilu 2023,” tambah Kelvin dengan tegas.

Ketua DPRD Kota Bengkulu, Suprianto, dan Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, dengan sigap turun langsung untuk berdialog dengan peserta aksi yang berkumpul di depan kantor. Namun, Suprianto mengungkapkan bahwa mereka memiliki agenda penting yang tak bisa dihindari.

“Kami memiliki rapat paripurna yang sangat penting, sehingga kami tidak dapat mengajak adek-adek untuk masuk bersama kami saat ini,” jelas Suprianto.

Meskipun demikian, ia berkomitmen untuk menjadwalkan pertemuan khusus dengan para peserta aksi guna membahas lebih lanjut mengenai permasalahan pejabat Walikota Bengkulu. Dengan tindakan ini, diharapkan dapat tercapai pemahaman yang lebih baik antara pihak DPRD dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelantikan tersebut. (**)

Editor: (KB1) Share

Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *