Rapat Evaluasi Binpres KONI Bersama Cabor PORWIL, Bengkulu Dinilai Gagal Dari Penghuni Juru Kunci
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Rapat Evaluasi Kegagalan Bengkulu di pentas Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) Sumatera XI/2023 yang di pentas di Pekanbaru Riau bulan November lalu pecapaian prestasi terjadi penurunan. Dari 8 provinsi yang tampil, Bengkulu terdampar di posisi juru kunci.
Namun kegagalan tersebut, bukan berarti program pembinaan atlet di sejumlah cabang olahraga (cabor) stagnasi. Tapi dipengaruhi banyak faktor. Ini mengemuka ketika rapat evaluasi yang dlaksanakan Bidang Binpres KONI Bengkulu bersama 3 cabor dari 8 cabor yang berlaga di PORWIL.
Rapat di Aula Kantor KONI Provinsi Bengkulu Kamis (30/11), dipimpin Waketum Bidang Binpres, Kosmas Manik, M.Si, didampingi Waketum Bidang Sport & Science Sanuludin itu, evaluasi capaian prestasi yang diraih sejumlah cabor.
Dikatakan Kosmas Manik, prestasi Bengkulu di PORWIL, meleset dari target. Ada beberapa cabor yang ditarget bisa dulang medali emas, tapi sebaliknya. Juga usaha untuk untuk meloloskan atlet sebanyak mungkin di PON XXI Aceh – Sumut, juga tak terwujud.
Jadi pada rapat itu Bidang Binpres minta tanggapan– atau penjelasan dari Pengprov cabor. Apa masalah yang membuat minimnya prestasi atlet pada pentas perhelatan multi event itu. “Jadi kawan-kawan, kita perlu evaluasi, ini agar masyarakat tahu,” ungkap eks atlet angkat besi Pelatnas itu.
Seperti diungkspkan ofisial cabor E-Sport, Andika, gagalnya E-Sport meloloskan banyak nomor, karena banyak faktor. Salah satunya yakni terkat recovery. Dengan berangkat melalui jalur darat, pengaruhi fisik atlet.
“Perjalanannya selama satu hari satu malam dan cukup menyita fisik para atlet. Bagian lain, satu hari kedatangan, besoknya sudah harus bertanding. Kondisi ini berpengaruh pada fisik. Faktor lainnya, tanpa ada training camp atau sparing tanding,” jelas Andika.
Ungkapan yang sama disampaikan pelatih renang, Algi Fahri. Menurut Algi, masa recovery bagi para atlet sangat dibutuhkan, agar fisik atlet tetap terjaga. Namun yang terjadi, baru sehari datang, esoknya sudah siap tanding.
“Selama di perjalanan kondisi atlet akan menurun. Mska sangat butuh recovery yang cukup. Yang lainnya persiapan atlet sangat singkat. TC hanya terlaksana selama sepekan. Itu pun dijalankan secara mandiri,” jelas Algi.
Tapi Algi bangga, meskipun belum bisa mendulang medali emas dan lolos PON, namun secara prestasi sudah bagus. Ini karena atlet-atlet yang kita tampilkan masih junior yang menghadapi perenang senior yang sudah kenyang jam terbang. Atlet Bengkulu yang senior hanya Akbar, lainnya masih junior.
“Bayangkan, tuan rumah Riau yang meraih banyak medali emas hanya satu atlet yang lolos PON. Atlet itu memang atlet nasional. Yang lolos PON pada PORWIL Riau itu, hanya satu orang itu,” jelas Algi.
Merespon uraian para cabor, Wakil Ketum KONI Bdang Olahraga Sport & Science, Sanuludin, mengatakan berkaca dari 15 medali yang diraih itu, Bengkulu tercecer di juru kunci dari delapan provinsi yang berlaga di PORWIL. PORWIL sebelumnya, Bengkulu nangkring di posisi tiga.
“Hasil tersebut harus diterima. Tak perlu ada yang disalahkan. Karena duta-duta yang ditampilkan, sudah berjuang maksimal. Para atlet kita tanpa didukung dengan persiapan maksimal. Seperti TC, try out, dan lainnya. Tapi menjalani persiapan secara mandiri,” ujar Sanuludin.
Rapat evaluasi itu, yang mestinya dihadiri 8 Pengprov cabor namun yang penuhi undangan rapat hanya tiga wakil cabor. Yakni cabor bola tangan, cabor renang, serta cabor catur. Lima cabor lainnya seperti atletik, e-sport, sepakbola, whusu, dan bola voli tidak hadir.(**)
Editor: (KB1) Share
Mangcek











