Program Kodam II/Sriwijaya Terobos Kota Bengkulu dengan “Dapur Masuk Sekolah” untuk Atasi Stunting

Dapur Masuk Sekolah
Foto: Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, saat bersalaman dengan para siswa SDN 73 Kota Bengkulu bersama Kasdim 0407/kota bengkulu Budiman, saat peluncuran "Program Dapur Masuk Sekolah", acara berlangsung di SDN 73 Kota Bengkulu, pada hari sabtu, (3/2/24).

Program Kodam II/Sriwijaya Terobos Kota Bengkulu dengan “Dapur Masuk Sekolah” untuk Atasi Stunting

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Dengan diluncurkannya “Program Dapur Masuk Sekolah” sebagai bagian dari program unggulan Kodam II/Sriwijaya. Program ini menjadi sorotan karena mencoba mengatasi masalah gizi dan stunting di kalangan siswa-siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kota Bengkulu.

Program tersebut langsung digagas oleh Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Yanuar Adil, dan telah memulai implementasinya di SDN 73, Kecamatan Singaran Pati, pada Sabtu (3/2/24). Dalam pelaksanaannya, Kodim 0407/Kota Bengkulu telah mendistribusikan makanan dan menu tambahan kepada siswa-siswi sebagai langkah awal dalam mendukung kesehatan anak-anak di sekolah.

Dapur Masuk Sekolah
Foto: Acara Peluncuran “Program Dapur Masuk Sekolah” yang digagas oleh Kodim 0407/Kota Bengkulu , bersama Pemerintah kota bengkulu, serta dihadiri dari Forkominda, acara dilaksanakan di SDN 73, Kecamatan Singaran Pati, pada Sabtu (3/2/24).

Penjabat Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Kodim 0407/Kota Bengkulu karena telah menjadi fasilitator pelaksanaan “Dapur Masuk Sekolah.” Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menekan angka stunting.

“Prioritas Pemerintah Pusat adalah penanganan stunting di setiap daerah, sehingga diberbagai daerah angka stunting nya ‘Nol’,” ujar Arif Gunadi, mencermati instruksi Presiden RI Joko Widodo.

BACA JUGA: Kunjungan Kerja Panglima Kodam II/Sriwijaya ke Seluma: Sinergi Pemerintah dan TNI untuk Pemilu 2024

Meskipun survei kesehatan menunjukkan bahwa angka stunting di Kota Bengkulu saat ini berada di angka nol, Pemkot Bengkulu tetap berkomitmen untuk melakukan upaya pencegahan. Pihak pemerintah bersama stakeholder terlibat aktif dalam berbagai intervensi untuk memenuhi asupan gizi anak-anak di kota ini.

“Kegiatan seperti ini (dapur masuk sekolah) harus terus dilakukan, Tak hanya sekolah di tengah kota saja, di pinggiran kota juga akan kita lakukan,” terang Arif Gunadi.

Pemerintah selalu berusaha mendukung kegiatan positif yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat. Selain itu, apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, mereka diharapkan dapat melaporkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat ditangani sesuai dengan permasalahan yang terjadi.

BACA JUGA: Peringati HUT Kodam II/Sriwijaya, Kodim 0407 Kota Bengkulu Gelar Bakti Sosial Pembersihan Sungai di Kelurahan Suka Merindu

Kasdim Letnan Kolonel Kavaleri Budiman, yang mewakili Dandim 0407 Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa “Dapur Masuk Sekolah” merupakan bentuk kepedulian TNI AD untuk meningkatkan nilai gizi anak-anak sekolah dan mengurangi tingkat stunting, khususnya di Kota Bengkulu.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan dari Pemerintah Kota Bengkulu, termasuk Pj Sekda Eka Rika Rino, Asisten I Eko Agusrianto, Staf Ahli Pemkot I Made Ardana, Kadikbud A Gunawan, Dinsos Sahat M Situmorang, Dinas Koperasi dan UKM Nurlia Dewi, Kalaksa BPBD Will Hopi, Plt Kadinkes Joni, Camat Singaran Pati Alex Periansyah, Kepsek SDN 73 Rismi Yansi, dan jajaran Pemkot Bengkulu lainnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *