Program 100 hari kerja Pemprov dan Pemkot Kolaborasi Bersihkan Drainase dan Sampah untuk Kota Bengkulu Bebas Banjir
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Dalam rangka mengoptimalkan program kerja 100 hari yang baru diluncurkan, Pemerintah Kota Bengkulu dengan cepat mengambil langkah nyata untuk menuntaskan permasalahan drainase yang telah lama mengganggu kenyamanan warga. Dalam upaya tersebut, Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menggandeng Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan drainase dan pembersihan sampah di beberapa titik krusial kota, pada hari selasa, (04/3/25), Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kedua pemimpin daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, asri, dan tahan terhadap potensi banjir, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam momentum penyongsongan program kerja 100 hari, Walikota Dedy Wahyudi menggerakkan seluruh jajaran Pemerintah Kota untuk berbenah dan memberikan solusi atas permasalahan infrastruktur drainase. Tidak hanya sekadar memberikan arahan, Dedy juga turun langsung ke lapangan guna memastikan setiap rencana dapat direalisasikan dengan cepat dan tepat. Langkah strategis ini juga merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras aparatur kota dan sebagai upaya mempercepat percepatan pembangunan di tengah tantangan lingkungan.
BACA JUGA: Gubernur dan Walikota Kompak Turun Lapangan: Prioritaskan Rehab Drainase & Siring di Penurunan
“Kita harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah kota siap bekerja keras dan bertanggung jawab, Mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pembersihan lingkungan, semua harus berjalan seiring untuk menciptakan kota yang lebih nyaman dan bersih,” Ujar Dedy.
Untuk mengatasi permasalahan drainase yang memprihatinkan, Walikota Bengkulu menggandeng Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Dalam kunjungan bersama ini, kedua pemimpin turun ke lapangan dan melakukan sidak ke beberapa titik strategis. Langkah ini menandakan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) berjalan harmonis dan saling mendukung dalam menangani isu-isu krusial.
BACA JUGA: Kota Bengkulu Catat Deflasi 0,98% Februari 2025, Dinamika Harga Komoditas
Dalam inspeksi pertama, Dedy dan Helmi mengunjungi drainase yang berada di samping POM Kelurahan Penurunan. Titik ini dipilih karena letaknya yang strategis, tepat di seberang kantor Camat Ratu Samban. Di lokasi tersebut, mereka melihat langsung kondisi drainase yang sudah dipenuhi oleh endapan dan sampah, menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir saat musim hujan tiba.
Selanjutnya, mereka melanjutkan sidak ke drainase di Kelurahan Sukamerindu, tepat di bawah kawasan eks Balai Kota. Di lokasi ini, kondisi drainase juga terlihat memprihatinkan dengan timbunan sampah dan endapan yang mengurangi efektivitas sistem pengaliran air. Kedua lokasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa perbaikan infrastruktur drainase merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
BACA JUGA: Walikota Bengkulu Pastikan Bayar TPP & TPG Tepat Waktu, Dukung Loyalitas ASN
Tanpa menunggu lama, kedua pemimpin daerah langsung mencari solusi konkret agar drainase di lokasi-lokasi tersebut dapat kembali berfungsi optimal. Dedy Wahyudi menyoroti pentingnya peran aktif pemerintah dalam menangani masalah sampah dan endapan yang menghambat aliran air.
“Kita tidak boleh menunda lagi, Kita harus segera membersihkan drainase dari sampah yang menumpuk dan memastikan aliran air kembali lancar, sehingga lingkungan kota kita semakin indah dan asri,” ungkap Walikota Dedy.
BACA JUGA: Wali Kota Bengkulu Gencarkan Program 100 Hari: Fokus Penanganan Sampah dan Pendidikan Gratis
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan pun menegaskan komitmennya untuk membantu Pemkot Bengkulu mengatasi permasalahan sampah dan drainase, “Kami siapkan anggaran tahun ini untuk pengerjaan dari hulu hingga hilirnya, Dengan dukungan dana yang tepat, Pemkot Bengkulu dapat melaksanakan program pembersihan dan perbaikan drainase secara menyeluruh,” jelas Gubernur Helmi.
Helmi Hasan menyarankan agar Pemerintah Kota Bengkulu mengadakan lomba kebersihan drainase. Ide inovatif ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Bersih itu bukan hanya berarti tidak ada sampah, tetapi juga menunjukkan ekosistem yang sehat, seperti dilepaskannya ikan di sungai, Dengan demikian drainase yang bersih bisa menjadi tempat menarik untuk berbagai kegiatan, termasuk rekreasi dan olahraga memancing,” jelas Gubernur Helmi.
BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Sosialisasikan Pencapaian UHC Lebih dari 100%
Helmi Hasan menekankan bahwa perbaikan drainase dan pengelolaan sampah tidak bisa lepas dari dukungan aktif masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga merupakan komponen vital yang harus didorong agar setiap program yang dijalankan dapat berjalan maksimal.
“Kita harus menyadari bahwa masyarakat adalah piranti penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari warga, upaya perbaikan ini tidak akan mencapai hasil yang optimal,” Pungkas Gubernur Helmi. (**)











