Pj Walikota Bengkulu Tegaskan Larangan Pembelian Seragam Dikoordinir Oleh Sekolah
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Memasuki tahun ajaran baru, wali murid sibuk mempersiapkan berbagai keperluan sekolah anak-anak mereka, terutama seragam dan peralatan sekolah. Pembelian Seragam Sekolah, seperti seragam putih merah, putih biru, dan pramuka, sering kali menjadi perhatian utama. Namun, penting untuk diketahui bahwa pihak sekolah tidak diperbolehkan mewajibkan murid membeli seragam di sekolah.
Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, menegaskan hal ini dengan meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menyampaikan kepada semua sekolah di bawah naungan Pemerintah Kota Bengkulu, yaitu SD dan SMP, agar tidak mengkoordinir pembelian seragam murid. Arif menekankan bahwa tidak boleh ada unsur pemaksaan atau dijadikan bisnis oleh sekolah.
“Sampaikan kepada kepala sekolah bahwa berkaitan dengan baju seragam, jangan mengkoordinir pembelian seragam, Biarkan wali murid membeli seragam sendiri, baik di toko maupun membuatnya sendiri,” kata Arif.
Arif juga menegaskan bahwa jika ada murid yang belum mampu atau belum memiliki seragam, pihak sekolah harus membantu melalui program Gerakan Peduli Siswa (GPS). Program ini bertujuan untuk membantu siswa yang kurang mampu, termasuk dalam hal membeli seragam sekolah.
BACA JUGA: PPDB Kota Bengkulu 2024 Resmi Ditutup, Disdikbud Pastikan Semua Siswa Mendapat Sekolah
“Kalau ada murid yang belum mampu membeli seragam, gerakkan teman-teman sekelasnya, terutama yang mampu, untuk membantu, Kita punya program GPS yang memang ditujukan untuk membantu siswa yang kurang mampu, termasuk yang tidak mampu membeli seragam,” jelas Arif.
Selain itu, Arif juga memberikan instruksi terkait rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan HUT RI ke-79. Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk menyampaikan kepada sekolah-sekolah, yaitu 25 SMP dan 81 SD, agar menggelar lomba-lomba yang mendidik dan bermanfaat.
BACA JUGA: Viral Pungutan Uang Perpisahan di SMPN 13 Mukomuko, Aktivis Minta Copot Kepala Sekolah
“Suruh sekolah-sekolah menggelar lomba-lomba yang mendidik, Hindari lomba yang tidak ada gunanya, seperti lomba joget balon, Coba adakan lomba seperti cerdas cermat, menyusun puzzle, memecahkan teka-teki, lomba puisi dan lainnya, Memasuki bulan Agustus, sekolah juga diinstruksikan untuk mulai memasang bendera dan umbul-umbul,” kata Arif.
Dalam persiapan tahun ajaran baru, seragam sekolah memang menjadi salah satu kebutuhan utama yang harus dipenuhi. Seragam menciptakan keseragaman dan rasa kebersamaan di antara siswa. Namun, dengan adanya larangan dari Pj Walikota Bengkulu terhadap pengkoordiniran pembelian seragam di sekolah, wali murid diberikan kebebasan untuk memilih tempat membeli seragam sesuai dengan keinginan dan kemampuan masing-masing. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











