Perkelahian di TPS 7 Kelurahan Sumur Dewa: Anggota Linmas Vs Warga

Kegaduhan TPS 7 Sumur Dewa
Foto: Pada saat Peristiwa Kejadian

Perkelahian di TPS 7 Kelurahan Sumur Dewa: Anggota Linmas Vs Warga

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Kegaduhan terjadi di TPS 7 Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu pada hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024, saat proses pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sedang berlangsung. Insiden ini menimbulkan ketegangan antara seorang warga, yang disebutkan berinisial W (32), yang merupakan honorer atau perangkat Kelurahan Pagar Dewa dan tinggal di Kelurahan Sumur Dewa, dengan seorang anggota Linmas yang berinisial R.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa keributan ini dimulai ketika W datang ke TPS untuk mencoblos bersama istrinya. Saat W dipanggil duluan, sementara istrinya belum dipanggil, pertanyaan pun muncul dari W kepada anggota Linmas yang berada di sana, yaitu inisial R, “Kenapa istrinya tidak kunjung dipanggil?”

BACA JUGA: Peristiwa Berdarah di Kedurang, Pada saat Pencoblosan Pemilu

Diduga, dalam suasana yang memanas, anggota Linmas tersebut merespons dengan nada tinggi sambil meletakkan surat undangan ke TPS di atas meja. Hal ini menjadi pemicu terjadinya perkelahian antara keduanya, yang akhirnya berujung pada saling cekik leher dan saling pukul.

Akibat dari insiden tersebut, W mengalami luka lecet di leher, sementara R mengalami luka di bagian mata. R segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sementara W diamankan oleh petugas kepolisian di Poslek Selebar.

Ketua KPPS setempat, Sutrian Efendi, membenarkan kejadian tersebut ketika dikonfirmasi. Namun, ia menegaskan bahwa situasi kini sudah kondusif dan terkendali.

BACA JUGA: Pj Bupati Bengkulu Tengah Ikut Serta Menggunakan Hak Suara dalam Pemilu 2024

“Mis komunikasi terjadi antara Linmas dan Pemilih, Namun sekarang situasinya sudah aman,” ucapnya Ketua KPPS saat diminta klarifikasi.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya menjaga ketenangan dan menghindari konflik, terutama dalam situasi sensitif seperti saat pelaksanaan Pemilu. Kehadiran petugas keamanan dan penegak hukum menjadi penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama proses demokrasi berlangsung. Semoga insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, dan masyarakat dapat menyalurkan hak suara mereka dengan aman dan damai. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *