Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Bengkulu Tengah Lakukan Rembuk Stunting

Rembuk Stunting
Foto: Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah pada saat lakukan Rembuk Stunting dalam percepatan penurunan Stunting, acara berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bengkulu Tengah pada Kamis (09/05/2024).

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU TENGAH|| Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menunjukkan komitmennya dalam memerangi stunting dengan mengadakan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bengkulu Tengah pada Kamis (09/05/2024). Hadir dalam acara ini adalah Pj. Bupati Bengkulu Tengah, Dr. Heriyandi Roni, M.Si., bersama dengan Sekretaris Daerah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., dan sejumlah pejabat lainnya termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nurul Iwan Setiawan, S.Sos., M.Si, Kepala Bappeda, Dra. Hj. Yuhana, MM., Kepala Dinas Kesehatan, Barti Hasibuan, S.km, Kepala Dinas Sosial, Watiullah, M.Pd, Kepala DP3AP2KB, Ns. Gusti Miniarti, S.Kep., M.H, Direktur RSUD Bengkulu Tengah, dr. Heri Kurniawan, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Bengkulu Tengah dan undangan terkait lainnya.

Pj. Bupati Bengkulu Tengah, Heri Roni, membuka diskusi dengan memaparkan bahwa pertemuan ini adalah tindak lanjut dari Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang sebelumnya diadakan oleh BKKBN Provinsi Bengkulu. Beliau menjelaskan bahwa berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2024, ada margin eror sebesar 25% pada angka stunting di Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan persentase stunting yang tercatat sebesar 23,2%. Lebih lanjut, pada Februari 2024 berdasarkan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), terdapat 3.61% (296) balita stunting dari 8.190 balita yang ada di Bengkulu Tengah.

“Angka stunting di Bengkulu Tengah pada tahun 2023 mencapai 23,2%, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 21,2% Kami berharap agar Dinas dan pihak terkait dapat menjelaskan prosedur dan data penginputan jumlah balita stunting di Bengkulu Tengah secara akurat, sehingga kita dapat mencari solusi terbaik dalam mencegah dan menurunkan angka stunting yang juga melibatkan unsur di luar pemerintahan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan Rembuk Stunting tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Barti Hasibuan, menyampaikan materi mengenai Intervensi Spesifik dalam Percepatan Penurunan Stunting. Beliau juga mengadakan sesi berbagi dan diskusi dengan ketua atau perwakilan puskesmas di Bengkulu Tengah, di mana mereka berbagi data balita terdampak stunting per kecamatan.

Sekretaris Daerah, Rachmat Riyanto, menambahkan pentingnya semua pihak untuk fokus dalam upaya penurunan angka stunting dalam waktu tiga bulan ke depan, menjelang pelaksanaan SKI selanjutnya yang akan menentukan posisi stunting Bengkulu Tengah di tingkat Provinsi Bengkulu tahun ini.

Hasil dari Pertemuan Rembuk Stunting tersebut adalah keputusan untuk membentuk sebuah tim khusus yang bertugas memantau dan memastikan bahwa setiap target penurunan stunting di desa-desa tercapai dan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran. Tim ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan balita di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Kegiatan ini upaya serius Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam mengatasi masalah stunting yang menjadi salah satu isu kesehatan utama di daerah tersebut. Dengan pendekatan kolaboratif dan data-driven, Kabupaten Bengkulu Tengah berusaha keras untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan kesejahteraan anak-anaknya, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan generasi penerus daerah tersebut. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *