Perbakin Bengkulu Gelar Penataran dan Sertifikasi Pelatih Menembak Level “C” ISSF
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Pengurus Provinsi Bengkulu mengambil langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga menembak, Mereka menyelenggarakan Penataran dan Sertifikasi Pelatih Tingkat Nasional Level “C” International Shooting Sport Federation (ISSF), sebuah inisiatif penting bagi pengembangan olahraga ini di Indonesia.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Perbakin Bengkulu. Acara berlangsung di The Madelin Hotel, Kota Bengkulu, pada Jumat (31/1/25).
BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Tengah Berpartisipasi dalam Kejuaraan Menembak HUT Bhayangkara ke-78
Dalam sambutannya, Rosjonsyah menegaskan bahwa olahraga menembak memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterampilan dan ketangkasan individu. Oleh karena itu, pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan mampu melahirkan pelatih dan atlet menembak yang berkompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penataran dan Sertifikasi Pelatih Tingkat Nasional Level “C” ISSF ini menjadi yang pertama kali diadakan di Bengkulu. Program ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyampaian materi teori, sesi praktik langsung, hingga uji coba untuk mengukur kemampuan peserta.
BACA JUGA: Hari Bhayangkara ke 77 Tahun Wagub Rosjonsyah kembali juara 1 kategori umum
Perbakin menghadirkan para penatar berpengalaman yang berasal dari Pengurus Besar Perbakin dan juga pakar internasional di bidangnya. Beberapa di antaranya adalah Mr. Ebrahim dari Iran, Mr. Abdul Kayyum Muhammed Umar dari India, serta dua ahli menembak dari Indonesia, Mulyadi dan Sarozowato. Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan kualitas pelatihan sesuai dengan standar internasional yang berlaku.
Ketua Panitia, Sehmi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 41 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Bengkulu, tetapi juga dari Sumatera Selatan, Belitung Timur, dan Jambi.
Pelatihan dan sertifikasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 31 Januari dan berakhir pada 2 Februari. Selama periode ini, para peserta akan mendapatkan pembekalan intensif baik secara teori maupun praktik untuk memastikan mereka memiliki kompetensi yang mumpuni.
Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang menembak dapat meningkat secara signifikan. Program ini juga berperan dalam memperkuat ekosistem olahraga menembak di Indonesia, sehingga atlet dan pelatih memiliki standar yang lebih baik dalam kompetisi nasional maupun internasional.
Selain meningkatkan keterampilan individu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat jejaring antar-pelatih dan atlet dari berbagai daerah. Dengan adanya kolaborasi yang baik, diharapkan olahraga menembak di Indonesia semakin berkembang dan mampu mencetak atlet-atlet berprestasi di kancah dunia. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











