Pencairan Dana Sertifikasi Guru di Kabupaten Kaur Terhambat: Guru Diminta Bersabar

Dana Sertifikasi Guru
Foto: Ilustrasi, (dok KBRN1 Bengkulu)

Pencairan Dana Sertifikasi Guru di Kabupaten Kaur Terhambat: Guru Diminta Bersabar

KANTOR-BERITA.COM, KAUR|| Selama periode Januari hingga Mei 2024, pencairan dana sertifikasi guru di Kabupaten Kaur masih terhambat. Penundaan ini disebabkan oleh belum tersalurnya dana dari pemerintah pusat, yang telah berlangsung selama lima bulan.

Kondisi ini tentu saja menimbulkan kegelisahan di kalangan sejumlah guru bersertifikasi yang bertugas di Kabupaten Kaur.

BACA JUGA: Tanggapi Keluhan Para Pendidik, Gubernur Rohidin Instruksikan Segera Dicairkan Sertifikasi Guru

Menyikapi kegelisahan tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaur, Harles Feferman SE, MM, menegaskan bahwa pembayaran Dana Sertifikasi Guru (TPG) masih menunggu transfer anggaran dari pemerintah pusat ke daerah.

“Kami hanya menerima transferan dari pusat, Begitu anggarannya tersedia, kami akan segera menyalurkannya melalui permintaan dari Disdikud Kaur,” jelas Harles Feferman SE, MM, pada Jumat (17/5/24).

Harles juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima petunjuk dari pemerintah pusat mengenai pembayaran TPG.

BACA JUGA: KPU Bengkulu Khawatir Terhadap Persiapan Pilkada 2024: Dana Hibah Belum Cair

Dalam situasi ini, ia meminta para guru di Kaur untuk bersabar.

Apabila anggaran telah masuk ke kas daerah, BPKAD akan segera meminta Disdikbud untuk mengajukan pembayaran TPG.

“Sudah lima bulan tunjangan sertifikasi belum dibayarkan, Kami meminta para guru untuk bersabar,” ujarnya.

BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Hadiri Bimtek E-Kinerja: Guru Abad 21, Pionir Integrasi Teknologi dalam Pendidikan

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Kepala Bidang Ketenagaan PTK Disdikbud Kabupaten Kaur, Sumarlan Efendi MH. Menurutnya, hingga saat ini, Disdikbud Kaur belum mendapatkan arahan dari BPKAD mengenai pembayaran TPG.

Beberapa guru juga sudah mulai bertanya kapan tunjangan sertifikasi mereka dibayarkan karena sudah lima bulan berlalu.

“Karena anggarannya belum tersedia, kami menjelaskan kepada guru yang bertanya agar bersabar,” kata Sumarlan.

BACA JUGA: Gubernur Bengkulu: Pentingnya Peningkatan Kompetensi Guru di Era Kurikulum Merdeka Belajar

Sumarlan menjelaskan bahwa menurut ketentuan, TPG dibayarkan per semester atau per triwulan.

Untuk satu triwulan, diperlukan anggaran sekitar Rp18 miliar untuk pembayaran tunjangan sertifikasi. Diperkirakan terdapat sekitar 793 guru yang akan menerima tunjangan tersebut.

“Apabila sudah ada petunjuk lebih lanjut, kami akan segera meminta guru penerima tunjangan sertifikasi untuk melengkapi syarat pengajuan,” tambahnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *