Penandatanganan NPHD: untuk Pengamanan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2024

Penandatanganan NPHD
Foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memperlihatkan Penandatanganan NPHD Pilkada bersama Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Armed Wijaya, acara berlangsung di Balai Raya Semarak pada hari selasa, (30/4/24).

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU||  Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) baru-baru ini menjadi titik penting dalam persiapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Bengkulu untuk tahun 2024. Acara yang dilangsungkan di Balai Raya Semarak ini dihadiri oleh Gubernur Rohidin Mersyah dan Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Armed Wijaya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rohidin menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan langkah awal dalam rangkaian panjang persiapan Pilkada yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024.

“Kami berkomitmen untuk mengamankan dan menyelenggarakan Pilkada yang tidak hanya efisien tapi juga transparan dan adil,” ujar Gubernur Rohidin.

Menurut Gubernur, Provinsi Bengkulu telah memiliki pengalaman yang baik dalam menyelenggarakan Pilkada, dimana telah empat kali dilakukan dengan hasil yang menunjukkan tren positif, aman, dan tertib.

“Sejak tahun 2005, 2010, 2016, hingga 2020, setiap pelaksanaan Pilkada di Bengkulu selalu berlangsung dalam kondisi yang kondusif,” terang Rohidin.

Rohidin juga mengungkapkan bahwa persiapan Pilkada telah dimulai sejak Maret lalu dan akan terus berlanjut dengan berbagai kegiatan, termasuk peluncuran maskot Pilkada pada tanggal 4 Mei mendatang.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Armed Wijaya, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi dan kepolisian dalam memastikan keamanan selama proses Pilkada.

“Kerja sama ini sangat krusial untuk menciptakan suasana yang kondusif, yang mana merupakan kunci dari suksesnya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah,” kata Kapolda.

Irjen Pol. Armed Wijaya juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas komitmen bersama yang telah dibangun.

“Saya mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah provinsi dalam setiap tahapan Pilkada, Ini menunjukkan dedikasi kita bersama untuk menciptakan fondasi demokrasi yang kuat di Bengkulu,” ungkap Kapolda.

Acara penandatanganan NPHD ini bukan hanya tentang persiapan teknis, tetapi juga sebagai simbol komitmen kedua belah pihak untuk mendukung terwujudnya pemilihan yang aman dan lancar. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia dalam menyelenggarakan Pilkada serentak yang dijadwalkan berlangsung di 37 provinsi se-Indonesia.

Pilkada serentak ini diharapkan akan memperkuat struktur demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses politik di Indonesia. Dengan pendekatan yang terencana dan terkoordinasi, diharapkan setiap elemen masyarakat dapat terlibat aktif dalam setiap fase penyelenggaraan Pilkada, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga tahap akhir penghitungan suara.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana untuk terus berkomunikasi dengan semua pihak yang terlibat untuk memastikan bahwa setiap aspek Pilkada disiapkan dengan matang. Ini termasuk koordinasi dengan lembaga pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, serta masyarakat umum, untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi ini.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan Pilkada di Bengkulu dan secara nasional dapat berjalan lancar dan menjadi contoh bagi penyelenggaraan pemilu yang baik di masa depan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *