Pemprov Bengkulu Targetkan Rp3 Miliar Bantu Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi memulai gerakan besar solidaritas untuk membantu korban bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur Bengkulu pada Selasa (2/12) pagi, dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sembilan pemerintah kabupaten dan satu pemerintah kota di Provinsi Bengkulu, serta turut melibatkan Baznas dan Forum CSR sebagai mitra dalam penggalangan dana dan penyaluran bantuan.
||BACA JUGA: Bencana Hidrometeorologi Sumatra: 174 Meninggal, 79 Hilang, BNPB Jalankan OMC
Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur Mian menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk dukungan nyata kepada provinsi-provinsi yang kini tengah menghadapi dampak bencana cukup parah.
“Estimasi minimal untuk membantu tiga provinsi itu adalah tiga miliar rupiah. Hari ini kita rapatkan gotong royong bersama sembilan kabupaten dan satu kota, ditambah Baznas dan Forum CSR. Angka ini realistis dan bukan sesuatu yang muluk-muluk. Insyaallah target tersebut bisa kita capai,” ujarnya.
||BACA JUGA: Bencana Besar di Aceh Tengah, BPBD: “Kondisi Sangat Kritis”
Menurut Mian, langkah cepat ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, yang ingin memastikan bahwa Bengkulu hadir sebagai daerah yang peduli dan responsif terhadap musibah nasional. Ia juga menyebut bahwa inisiatif ini mendapat dukungan dari Menteri Dalam Negeri, sehingga memperkuat legitimasi dan percepatan koordinasi.
Tiga provinsi yang menjadi sasaran bantuan diketahui sedang berjuang menghadapi kerusakan infrastruktur, rumah warga, hingga fasilitas umum akibat banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ribuan warga harus mengungsi, sementara akses jalan dan jembatan mengalami kerusakan di sejumlah lokasi.
Bantuan dari Provinsi Bengkulu diharapkan mampu menambah kekuatan logistik, mulai dari kebutuhan pangan, obat-obatan, hingga peralatan tanggap darurat yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.
||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Alokasikan Rp250 Juta untuk Cadangan Bantuan Bencana 2025
Mian menyampaikan bahwa dana yang terkumpul akan segera dikonsolidasikan dan disalurkan secepat mungkin. Pemerintah Provinsi Bengkulu menetapkan bahwa bantuan akan mulai diberangkatkan pada 9 atau 10 Desember, bergantung pada instruksi akhir dari Gubernur.
“Targetnya pada tanggal 10 Desember bantuan sudah kita berikan. Namun kita masih koordinasikan apakah tim berangkat dari Bengkulu pada tanggal 9 agar bisa tiba tepat waktu, atau langsung berangkat tanggal 10. Rencananya melalui jalur darat,” jelas Mian.
Keberangkatan melalui jalur darat dipilih karena memungkinkan pengiriman logistik dalam jumlah besar sekaligus memudahkan tim penyalur untuk menjangkau beberapa titik terdampak.
||BACA JUGA: BPK Periksa 17 OPD, Wagub Mian: Harus Transparan
Rapat koordinasi tersebut menegaskan peran strategis Baznas dan Forum CSR dalam menghimpun serta mengawal penyaluran bantuan. Baznas akan fokus pada penghimpunan dana kemanusiaan dari masyarakat, sementara Forum CSR Bengkulu bertugas mengoptimalkan dukungan dari dunia usaha.
Dengan kolaborasi multipihak ini, Pemprov Bengkulu berharap gerakan kemanusiaan dapat berjalan cepat, akuntabel, dan tepat sasaran. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











