Pemprov Bengkulu Menandatangani Kontrak Kerja 2024 dengan Fokus Program Unggulan dan E-Katalog

Kontrak Kerja OPD 2024
Foto: Tampak dari Kanan Wakil Gubernur Bengkulu Rosjhonsyah, serta Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Sekretaris Daerah Isnan Fajri pada acara menandatangani kontrak kerja setiap OPD di pemda provinsi bengkulu, acara berlangsung di halaman kantor gubernur bengkulu pada hari senin, (29/1/24).

Pemprov Bengkulu Menandatangani Kontrak Kerja 2024 dengan Fokus Program Unggulan dan E-Katalog

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Memasuki tahun 2024, Pemerintah Provinsi Bengkulu melangkah maju dengan penandatanganan Kontrak Kerja yang disaksikan langsung oleh Gubernur Rohidin Mersyah, Wakil Gubernur Rosjonsyah, dan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri. Acara ini berlangsung pada Senin (29/1) di Lapangan Apel Kantor Gubernur Bengkulu, menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen dan fokus kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rohidin Mersyah memberikan arahan tegas kepada seluruh OPD yang telah menandatangani kontrak kerja tahun 2024. Beliau menekankan perlunya pelaksanaan program unggulan yang telah disepakati sebagai langkah strategis dalam menjawab tuntutan pembangunan di daerah ini.

Kontrak Kerja OPD 2024
Foto: Kepala OPD Pemda Provinsi bengkulu setelah menandatangani Kontrak Kerja 2024, di halaman kantor gubernur bengkulu pada hari senin, (29/1/24). 

”Ini tadi kita melakukan penandatangan kontrak kerja (OPD 2024), Beberapa indikator utama program unggulan itu disepakati, realisasinya diikuti anggaran output dan income, Ini akan menjadi bahan evaluasi pimpinan OPD termasuk dalam penentuan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), karena pada akhirnya ini akan menjadi bagian dari komponen penetuan Angka Kredit (ANK) ABK mereka,” ujar Gubernur.

Dari penjelasan Gubernur Rohidin, jelaslah bahwa program unggulan menjadi fokus utama dalam evaluasi kinerja OPD. Program-program ini akan diukur dengan realisasi anggaran output dan pendapatan yang dihasilkan, menjadi tolak ukur keberhasilan implementasi program di lapangan. Selain itu, penentuan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) juga terkait erat dengan keberhasilan pelaksanaan program ini.

BACA JUGA: Dari 5 OPD, PUPR Bengkulu Selatan Mendapatkan Alokasi Terbesar DAK, Berikut Rinciannya

Gubernur menegaskan bahwa OPD yang tidak mampu menjalankan program unggulan akan masuk dalam bahan evaluasi pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ini menjadi momentum penting bagi seluruh OPD untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas program-program yang telah dirancang.

Dalam konteks ini, Gubernur Rohidin Mersyah memberikan dorongan kepada OPD untuk memastikan bahwa pada bulan Februari mendatang, semua pekerjaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah dilakukan lelang dengan menggunakan E-Katalog. E-Katalog menjadi alat yang efisien dan transparan dalam proses lelang, memastikan bahwa pekerjaan dapat segera dilaksanakan tanpa hambatan berarti.

BACA JUGA: Diktatorisme dalam Kepemimpinan Daerah: Pembungkaman Suara Pers Melalui Kaki Tangan OPD

”Ini masa terakhir kepemimpinan saya dan Pak Rosjonsyah, Maka penekanan pertama kepada OPD adalah pekerjaan pada bulan Februari sudah dilakukan lelang, dan utamakan lelangnya menggunakan E-Katalog, Saya juga minta agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didaftarkan ke E-Katalog, sehingga dapat bersinergi dengan kita,” tambah Gubernur Rohidin.

Tidak hanya menetapkan program-program unggulan, tetapi juga memberikan arahan yang jelas terkait pelaksanaan dan evaluasi. Pemanfaatan teknologi, seperti E-Katalog, menjadi salah satu langkah menuju administrasi yang lebih efisien dan terbuka. Dalam konteks pembangunan, keterlibatan UMKM di dalam E-Katalog menjadi pintu masuk bagi sinergi yang lebih kuat antara sektor usaha dengan pemerintah.

“Dengan ini, OPD Pemerintah Provinsi Bengkulu diharapkan dapat merespons dengan baik arahan dan komitmen yang telah ditegaskan oleh Gubernur. Program-program unggulan yang dijalankan dengan baik akan membawa dampak positif bagi masyarakat, sementara penggunaan E-Katalog akan membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.” tutup gubernur Rohidin. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta:Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *