Pemprov Bengkulu dan TPID Gencarkan Upaya Tekan Inflasi 2024 Melalui Program Strategis

Inflasi Bengkulu 2024
Foto: Sekda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri pad saat berdiskusi dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Darjana pada acara Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bengkulu, pada hari senin, (29/7/24), (Ft/Ist).

Pemprov Bengkulu dan TPID Gencarkan Upaya Tekan Inflasi 2024 Melalui Program Strategis

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Inflasi di Provinsi Bengkulu tercatat masih tinggi pada angka 3,04% dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 2,50% pada Juni 2024. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja keras untuk menurunkan angka inflasi ini melalui berbagai langkah strategis.

Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan kerja sama dengan instansi teknis terkait, seperti Bulog, BMKG, dan Bank Indonesia, TPID juga berkolaborasi dengan sepuluh kabupaten/kota di seluruh Provinsi Bengkulu, Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada tingkat provinsi, tetapi juga mencakup kerja sama dengan daerah dari provinsi tetangga.

BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah Mukomuko: Solusi Kebutuhan Pokok Terjangkau dan Kontrol Inflasi

Program Pasar Sembako Murah Terintegrasi menjadi salah satu strategi penting yang diterapkan. Program ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Dengan demikian, diharapkan tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan harga kebutuhan pokok dapat diminimalkan.

Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bengkulu dihadiri oleh berbagai instansi dan pemerintah daerah terkait. Rapat ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri. Dalam sambutannya, Sekda Isnan Fajri menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta instansi terkait untuk mencapai tujuan bersama dalam menekan inflasi.

BACA JUGA: Gubernur Rohidin Buka Press Release Berita Resmi Statistik BPS Bengkulu

Pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota juga diberi instruksi untuk memperkuat kerja sama dengan daerah-daerah tetangga. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan harga tetap stabil. Selain itu, TPID kabupaten/kota juga diharapkan aktif dalam melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi yang telah dirancang.

Capacity Building dan Sosialisasi TPID juga merupakan bagian penting dari upaya menekan inflasi Bengkulu 2024. Melalui kegiatan ini, anggota TPID diberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengimplementasikan strategi pengendalian inflasi dengan efektif. Sosialisasi ini juga melibatkan masyarakat, sehingga mereka dapat memahami dan mendukung upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah.

BACA JUGA: BPS Provinsi Bengkulu Rilis Data Inflasi, NTP, Ekspor-Impor, dan TPK Hotel Berbintang Mei 2024

Untuk memastikan efektivitas berbagai langkah yang telah diambil, TPID juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi. Dengan cara ini, setiap hambatan dan tantangan yang dihadapi dapat diidentifikasi dan diatasi dengan cepat. Monitoring juga membantu dalam mengukur dampak dari setiap program yang dijalankan, sehingga dapat dilakukan penyesuaian jika diperlukan. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *