Pemkot Bengkulu Lanjutkan Program Bedah Rumah 2025: 92 Unit RTLH Akan Dibangun

Program Bedah Rumah Pemkot Bengkulu 2025
Foto: Salah Satu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang telah didata oleh Disperkim Kota Bengkulu, (Ft/Ist).

Pemkot Bengkulu Lanjutkan Program Bedah Rumah 2025: 92 Unit RTLH Akan Dibangun

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) kembali melanjutkan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau dikenal dengan bedah rumah pada tahun 2025, Program ini bertujuan untuk memperbaiki hunian masyarakat yang kondisinya tidak layak agar lebih aman, sehat dan nyaman untuk ditinggali, Tahun ini, sebanyak 92 unit rumah akan dibedah, angka yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 23 unit rumah.

Program bedah rumah tahun 2025 ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar. Setiap penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp 20 juta per unit rumah, Dana tersebut terbagi menjadi dua komponen utama, yakni Rp 17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk biaya upah tukang, Kepala Dinas Perkim Kota Bengkulu, Toni Harisman, melalui Kabid Kawasan Permukiman Lepi Nurseha, menjelaskan bahwa mekanisme pencairan dana dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Bedah Rumah Tidak Layak Huni 2025 Berlanjut dengan Anggaran Rp1,8 Miliar

“Dana untuk upah tukang akan dicairkan dalam dua tahap, Ketika pembangunan sudah mencapai 50 persen, separuh dari upah dapat dibayarkan dan sisanya diberikan setelah pekerjaan selesai 100 persen,” ujar Lepi, Senin (20/1/25).

Dana bantuan tersebut akan disalurkan melalui rekening Bank Bengkulu. Oleh karena itu, warga yang menerima program bedah rumah diwajibkan membuka rekening di bank tersebut, Pembangunan atau perbaikan rumah ditargetkan selesai dalam waktu maksimal tiga bulan.

BACA JUGA: Polda Bengkulu Laksanakan Program Bedah Rumah untuk Warga Kurang Mampu di Kelurahan Sumur Dewa

Lepi Nurseha menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan tahapan awal program, yaitu verifikasi data calon penerima bantuan, “Minggu depan kami akan mulai melakukan verifikasi lapangan, Saat ini data mentah sudah kami terima dari masing-masing kelurahan, Proses verifikasi ini cukup memakan waktu, terutama karena jumlah unit yang akan diperbaiki tahun ini cukup banyak,” Ucap Lepi.

Setelah proses verifikasi selesai, pengerjaan bedah rumah direncanakan dimulai pada April 2025, setelah bulan puasa. Program ini akan difokuskan pada rumah-rumah yang benar-benar membutuhkan perbaikan mendesak.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Lanjutkan Program Bedah Rumah untuk 23 Rumah Tidak Layak Huni

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Bengkulu menetapkan beberapa kriteria bagi rumah yang layak mendapatkan bantuan RTLH ini. Di antaranya adalah rumah yang masih berdinding papan atau memiliki kondisi fisik yang sangat memprihatinkan. Selain itu, salah satu syarat utama adalah pemilik rumah harus memiliki sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan.

“Penting bagi kami memastikan bahwa rumah yang dibantu benar-benar milik warga penerima, Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan bantuan dan memastikan bahwa program ini berjalan dengan transparan,” kata Lepi.

Lepi Nurseha menyampaikan bahwa program ini akan terus diupayakan agar bisa mencakup lebih banyak rumah setiap tahunnya, “Insya Allah, jika anggaran di tahun 2026 memungkinkan dan lebih besar, target kami adalah memperbaiki lebih dari 100 unit rumah, Tujuan kami adalah benar-benar membantu masyarakat agar memiliki tempat tinggal yang layak,” Tegas Lepi. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *